Posted in Books, Fachrul R.U.N, Fantasy, Gramedia Pustaka Utama, Review 2014

HAILSTORM REVIEW

 photo hailstorm_zps4d4a698c.jpg

Judul: Hailstorm| Seri: Vandaria Saga | Pengarang: Fachrul R.U.N | Ilustrator: V. Weyland (ATAMA Studio) | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama| Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan pertama, Jakarta, 2011 | Jumlah halaman: 436 halaman | Status: Pinjam di Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru | Rating saya: 3 dari 5 bintang

***

Seri Vandaria kedua yang saya baca setelah Kristalisasi. Ngomong-ngomong bukannya Kristalisasi lebih dulu dicetak daripada Hailstorm ya? Tapi kok di buku ini tertulis cetakan pertamanya tahun 2011 sedangkan di Kristalisasi yang baru-baru ini saya baca juga cetakan pertama tapi tahun 2012. Typo atau saya yang ga ngeh ya?

Whatever deh. Kembali ke Hailstorm. Saat membaca judulnya, saya kira ceritanya tentang badai gimana gitu *polos*. Ternyata Hailstorm itu nama salah satu keluarga dari kelompok manusia di Vandaria. Nah, keluarga ini punya ambisi untuk menjalin kerjasama dengan mahkluk gelap yang dipanggil Deimos. Yah, kalau begini sih ujung-ujungnya bakalan ada ‘badai’ juga sih kayaknya 😀

Dengan sebuah eksperimen, mereka berhasil membuka portal ke tempat tinggal para Deimos ini. Tempat itu disebut Reigner. Tim pertama yang dikirim berhasil membuat perjanjian dengan Raja Deimos yang bernama Amurdad. Amurdad berjanji akan menjalin kerjasama dengan syarat pihak manusia mengirimkan tim lagi untuk menghadapi ujian. Siapapun yang berhasil melewati ujian ini akan diberikan kekuatan yang tak terhingga.

Maka dikirimlah sebuah tim yang terdiri dari para petarung tangguh yang bisa ditemukan oleh keluarga Hailstorm. Misi ini dipimpin oleh Iridio Hailstorm, putra petinggi utama Hailstorm saat ini. Di dalam tim ini, Iridio memaksa mantan mentornya, Lavinia untuk ikut ke dalam misi. Lavinia yang sudah memutuskan pensiun dari pekerjaannya sebagai prajurit menolak untuk ikut.

Pensiunnya Lavinia dari kegiatan prajurit diakibatkan oleh trauma hebat dari misi terakhirnya sebagai prajurit Hailstorm yang hampir membuatnya gila. Iridio pun harus “memaksa” Lavinia untuk ikut dengan menculik keluarga Lavinia.

Selain Lavinia, di tim itu juga ada anggota Belati Hitam yang jago memanah bernama Merryweather. Gadis ini sangat lincah, cerewet namun sangat tenang dalam menghadapi pertempuran. Ada juga sepasang suami isteri pembunuh bayaran yang ikut, Edric si jago pedang dan Fleta si pemanah yang handal. Selain itu, ada banyak petarung tersohor lainnya. SIngkatnya, tim itu sudah sangat komplit dengan pejuang-pejuang handal.

Dan perjalanan mereka ke Reigner pun dimulai. Hampir sepanjang perjalanan mereka diserang oleh Deimos-Deimos. Banyak yang berguguran. Namun, bukan hanya serangan Deimos yang jadi masalah, mereka juga harus menghadapi serangan mental karena musuh mereka sebenarnya adalah seorang mantan frameless yang jago ilusi. Kebetulan frameless ini jugalah yang membuat Lavinia mengalami trauma.

Serangan mental ini jelas sangat mempengaruhi Lavinia. Namun, demi keluarganya, Lavinia berjuang untuk tetap waras dan hidup. Siapakah yang akan berhasil keluar dari Reiger hidup-hidup? Dan apakah Raja Deimos itu akan menepati janjinya? Dan meskipun seandainya Lavinia berhasil selamat, dia juga harus memastikan salah satu keluarga Hailstorm yang ikut dalam misi itu tetap hidup. Kalau tidak, hidup yang sudah dipertahankannya di Reigner akan sia-sia karena keluarga Hailstorm akan memastikan siapapun yang kembali tanpa keluarga mereka akan tetap mati di Vandaria.

***

Ceritanya diluar dugaan. Lebih seru daripada yang saya kira. Penuh dengan adegan pertempuran. Keahlian para pendekar wanitanya bikin iri. Saya paling suka dengan Merryweather, yah meskipun dia tidak 100% baik, tapi Merryweather sangat supel dan tenang dalam menghadapi pertempuran.

Gaya penceritaan ala “fantasi Indonesia”-nya masih sedikit terasa. Tapi lama kelamaan saya jadi terbiasa dan tidak terlalu merasakannya lagi.

Saya sedikit kecewa karena yang berhasil selamat dari misi ini…errr…hanya sedikit. Terlalu sedikit malah. Jadinya kesannya para pejuang ini tidak terlalu hebat. Tapi mungkin memang itu tujuannya ya. Bukankah memang hanya yang terbaik yang akan bertahan.

Terus saya juga suka dengan penggambaran para tokoh-tokohnya yang semuanya tidak 100% baik. Biasanya saya cenderung suka kisah pahlawan yang sifat buruknya tidak terlalu ditonjolkan biar mereka bisa jadi panutan. Tapi untuk Hailstorm, somehow, saya bisa menerima penggambaran karakter yang semuanya abu-abu ini. Penggambaran karakter ini disampaikan dengan cerdas sehingga untuk pertama kalinya saya tidak keberatan dengan pahlawan abu-abu yang kadar hitamnya hampir sama banyaknya dengan putihnya. Great job 😀

At last, 3 dari 5 bintang untuk buku ini. Terutama untuk ilustrasinya juga yang keren abis. Ngomong-ngomong gambar cewek di cover itu Lavinia lo. Kelihatan tangguh banget ya.  I liked it ^_^

Advertisements

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

2 thoughts on “HAILSTORM REVIEW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s