Posted in Books, Fantasy, Gramedia Pustaka Utama, Review 2014

KRISTALISASI REVIEW

 photo kristalisasi_zpscb38bf7b.jpg

Judul: Kristalisasi | Seri: Vandaria Saga | Pengarang: Alexia DeeChen, Melody Violine, Aryo Pratomo, Harbowoputra, Andy Chang, Pratama Wirya, Rynaldo C. Hadi, Iris Aegis, Ami Raditya, Hans J. Gumulia | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama| Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan pertama, Jakarta, 2012 | Jumlah halaman: 282 halaman | Status: Pinjam di Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru | Rating saya: 3 dari 5 bintang

***

Hmm, daftar isinya unik. Digambarkan dalam bentuk peta. Tapi tidak ada urutannya kisah dan halamannya. Yang ada cuma tahun terjadinya kisah saja. Mesti di list dulu nih sepuluh kisah yang ada secara berurutan biar gampang nge-review😀

1. Bisikan Sang Angin by Alexia DeeChen (hal. 1)

Ceritanya tentang perang antara bangsa frameless dengan bangsa manusia dari Isfar. Tampaknya bangsa manusia tidak punya harapan untuk menang melawan bangsa frameless yang dianugerahi kemampuan sihir. Diantara prajurit frameless ini, ada satu yang tampaknya sangat hebat dan terus membunuh prajurit Isfar yang tidak mau menyerah. Prajurit ini bergerak bagaikan angin.

Melihat ini, komandan pasukan Isfar, Evander Evrard, menantang prajurit tersebut untuk duel satu lawan satu dengannya. Evander sangat membenci prajurit itu beserta kaumnya. Tapi itu sebelum Evander mengetahui siapa sebenarnya prajurit tersebut.

Hmm…kisah fantasi yang “sangat Indonesia”. Sayangnya saya belum bisa menjelaskan bagaimana definisi “sangat Indonesia” ini. Pokoknya itu adalah semacam perasaan dan kesan yang muncul kalau saya membaca kisah fantasi Indonesia. Salah satu contohnya adalah ketika adik Evan memanggil Evan dengan sebutan ‘Kak Evan’. See? Setting dan nama-nama tokoh dalam cerita ini, bergaya barat, tapi saudara yang lebih tua dipanggil dengan sebutan ‘kak’ seperti di Indonesia. Jadi, somehow menimbulkan kesan menggelitik gimana gitu.

Tidak negatif, tentu saja, cuma ya itu, kisah fantasi yang “sangat Indonesia”. Bagus juga sih, jadinya seperti punya ciri khas😀

2. Padamnya Bintang-Bintang Vaeran by Melody Violine (hal. 35)

Sama, fantasi “sangat Indonesia” nya masih berasa. Ceritanya tentang semacam cinta segitiga antara 2 manusia penyair  dan satu frameless yang bernama Vaeran. Kedua penyair ini, Melviola dan Charnd, merupakan penyair-penyair favorit Vaeran. Namun, masalah percintaan membuat kemampuan kedua penyair ini menurun. Bintang mereka seakan meredup.

Sayangnya Vaeran salah paham. Vaeran menyalahkan Charnd atas padamnya bintang-bintangnya. Namun, Atwirya, sang pejalan cakrawala yang selama ini menjaga Charnd, mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dan Atwirya pun harus bergegas menjelaskan semuanya sebelum terlambat.

3. Batu Filsuf by Aryo Pratomo (hal. 57)

Suka sama yang ini. “Sangat Indonesia”-nya tidak terlalu terasa. Mungkin karena sudah masuk kisah ketiga. Cerita tentang sebuah kastel yang meminta satu anak setiap bulan. Anehnya anak-anak tersebut tidak pernah terlihat keluar lagi dari kastel.

Hamon, seorang anak yang tinggal di dalam kastel, sama sekali tidak mengetahui desas-desus mengenai tempat tinggalnya. Yang Hamon tahu hanyalah dia harus membantu gurunya untuk membuat batu filsuf. Dan Hamon tahu apa yang terjadi dengan anak-anak tersebut.

Hingga suatu hari, calon anak yang akan di bawa ke kastel melarikan diri. Hamon tidak sengaja menemukannya. Dari anak itulah Hamon untuk pertama kalinya mengetahui bagaimana dunia di luar kastelnya.

Ini kisah yang paling memorable bagi saya.

4. Musim Gugur by Harbowoputra (hal. 73)

Kisah tentang seorang anak bernama Lena yang terbangun di asramanya pada suatu musim gugur dengan seekor naga bening di sampingnya. Naga tersebut mati tidak hidup pun tidak. Untuk itu, Lena harus mencari sebuah cakram pualam. Namun, cakram tersebut harus diserahkan ke penerima yang tepat. Rusa Menari atau Kelinci Tidur. Yang satu akan membuat sang naga hidup, yang satunya akan membuat naga itu mati. Dan Lena tidak tahu siapa diantara mereka yang akan membuat sang naga hidup atau mati.

Sementara itu, di masa yang berbeda, tiga orang anak sedang berpetualang di bawah tanah untuk mencari cakram pualam. Siapa pun yang mendapatkan cakram itu akan memenangkan pertandingan yang selalu diadakan di setiap musim gugur. Pertandingan itu terbagi menjadi dua kubu. Merah untuk si Rusa Menari dan putih untuk si Kelinci Tidur. Satu diantara mereka masih bingung ingin ikut kelompok yang mana.

Cerita yang unik tentang persinggungan dua masa. Serta tentang keputusan untuk memilih, dan apa jadinya kalau kita memutuskan untuk tidak memilih.

Kisah ini hampir saja menjadi kisah favorit. Ceritanya betul-betul terasa fantasi. Sayang saya tidak terlalu paham apa yang sebenarnya terjadi di kisah ini.

5. Nyanyian Alam by Andry Chang (hal. 99)

Bercerita tentang seorang gadis yang dapat berbicara dengan pohon. Gadis ini harus menyelamatkan pohon-pohon sahabatnya dan melawan penduduk desanya sendiri yang seenaknya menebang pohon sembarangan.

Saat manusia harus menuai hasil dari perbuatan mereka yang seenaknya merusak lingkungan, si gadis harus memilih untuk mengorbankan temannya demi menyelamatkan penduduk dari bencana yang tidak terhindarkan.

6. Padang Hijau Atap Merah by Pratama Wirya (hal. 123)

Ini kisah favorit saya. Terasa fantasinya dan mengandung pelajaran berharga.

Ceritanya tentang seorang manusia yang ingin memiliki kekuatan sihir seperti frameless. Mau bagaimanapun tetap tidak bisa kan karena kekuatan sihir frameless sudah bawaan sejak lahir. Tapi bukan manusia namanya kalau tidak banyak akal. Dan disinilah pelajaran berharganya. Pelajaran untuk tidak menyerah dengan keterbatasan kita sebagai manusia. I really liked it.

7. Relik Agung Gallizur by Rynaldo C. Hadi (hal 143)

Kisah tentang pencarian benda pusaka. Tiga benda tersebut hilang. Padahal ketiga benda tersebut dapat digunakan untuk mengalahkan iblis jahat. Maka dibukalah sayembara untuk mencari ketiga benda tersebut. Namun, ternyata sayembara tersebut malah membawa petaka.

Ceritanya seru. Kalau saya tidak salah paham dengan kisahnya, ending-nya berakhir tidak sesuai dengan yang saya duga. Dan ini membuat saya sedikit kecewa *apacoba*

8. Di Bawah Bulan Separuh by Iris Aegis (hal. 175)

Cerita tentang seorang anak gelandangan. Pada suatu malam, anak tersebut mendengarkan cerita kepahlawanan dari seorang gelandangan tua. Sebuah kisah yang tidak masuk akal tentang kisah perang yang telah terjadi bertahun-tahun silam dimana sang gelandangan tua terlibat di dalamnya.

Si anak mendengarkan cerita itu sampai si tua berhenti bercerita dan tertidur. Saat itulah si anak mengambil benda yang kemungkinan berharga dari kotak milik si tua. Namun, perbuatannya ketahuan dan si tua membiarkan anak tersebut mengambil benda berharganya karena suatu alasan.

Endingnya sangat tidak terduga. Sepertinya ceritanya belum selesai. Masih banyak misteri yang tersimpan. Mungkinkah anak ini bakalan ada di kisah Vandaria yang lain?

9. Beri Kami Damai by Ami Raditya (hal. 201)

Bercerita tentang seorang penyair wanita cantik yang ditugaskan menceritakan cerita kepahlawanan para prajurit di medan perang. Bagaimanapun ngerinya peperangan tersebut, si penyair harus menceritakannya sedemikian rupa sehingga rakyat tetap bersemangat untuk berperang.

Namun, setelah orang yang disayanginya memutuskan untuk ikut berperang, si penyair sadar bahwa apa yang dilakukannya salah. Si penyair pun harus memilih keputusan yang berat, tetap menceritakan syair indah tentang perang atau menceritakan kebenaran meskipun itu membuat nyawanya terancam.

10. Pentagon by Hans J. Gumulia (hal. 235)

Cerita ini mengalir begitu saja, meskipun terdiri dari 5 kisah yang berbeda dan saya tidak paham-paham amat, tapi ceritanya enak dibaca. Kata sinopsisnya, kelima cerita ini menceritakan masa lalu 5 tokoh yang memegang nasib Benua Elir.

Ngomong-ngomong saya suka sekali ilustrasi yang ada di buku ini. Kereeen banget.

Sedikit banyak, saya sudah cukup mengenal dunia Vandaria. Jadi penasaran sama seri Vandaria yang lain.

At last, 3 dari 5 bintang untuk buku ini.  I liked it ^_^

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s