Posted in Books, Fantasy, Gramedia Pustaka Utama, Philip Pullman, Review 2014

THE GOLDEN COMPASS REVIEW

 photo the_golden_compass_zpsbe35f176.jpg

Judul: The Golden Compass | Seri: His Dark Materials #1 | Pengarang:  Philip Pullman | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Jumlah halaman: 486 halaman | Edisi: Bahasa IndonesiaCetakan pertama, Jakarta, November 2006 | Status: Pinjam dari Perpustakaan Kota Banjarbaru | Rating saya: 4 dari 5 bintang

***

Anak-anak kecil menghilang. Termasuk teman Lyra, Roger. Lyra pun bertekad menemukan temannya meskipun tidak tahu caranya. Bersama daemonnya, Pantalaimon, Lyra berusaha menyelidiki kemana hilangnya anak-anak.

Kemudian, akademi Jordan, akademi tempat Lyra tinggal, kedatangan tamu dari akademi lain, Mrs. Coulter yang sangat cantik dan teman-temannya. Mrs. Coulter tertarik dengan Lyra dan memintanya untuk jadi asistennya. Mrs. Coulter juga berjanji untuk membawa Lyra ke kutub utara, sebuah tempat yang sangat ingin dikunjungi Lyra. Untuk sementara, misi penyelamatan Roger pun terlupakan.

Sebelum berangkat, master dari Akademi Jordan memberikan sebuah benda mirip kompas kepada Lyra. Benda ini berwarna emas dan mempunyai banyak jarum. Lyra mengira master menyuruhnya untuk menyerahkan kompas itu kepada pamannya yang saat itu sedang berada di kutub utara, Lord Asriel.

Ternyata, perjalanan Lyra bersama Mrs. Coulter merupakan sebuah awal untuk mengungkap misteri menghilangnya anak-anak. Lyra tidak sengaja mengetahui satu persatu kebenaran dari kebohongan-kebohongan yang selama ini diceritakan kepadanya.

Akhirnya Lyra pergi ke kutub utara. Tapi bukan bersama Mrs. Coulter, melainkan dengan orang-orang gipsi yang juga kehilangan anak-anak mereka. Di sana, Lyra bertemu beruang berbaju besi, para penyihir yang bisa terbang dan ilmuwan-ilmuwan mengerikan.

Berhasilkah Lyra menyelamatkan Roger? Kenapa master menyerahkan benda seperti kompas itu kepada Lyra? Dan apakah Lyra akan tetap bersikeras menyelamatkan Roger seandainya dia tahu apa yang akan menantinya di kutub utara?

***

Yap, selesai. Lebih cepat dari dugaan saya. Mengingat bukunya lumayan tebal dan sudah lusuh.

Seru ceritanya. Setting-nya ada di kutub utara yang langitnya penuh dengan aurora. Ada beruang kutubnya juga. Kalau mengingat boneka beruang putih sih dalam bayangan saya para beruang ini imut dan lucu. Tapi tidak lagi pas membaca pertarungan antara Iorek dan Iofur untuk memperebutkan kekuasaan sebagai raja beruang. Ngeri.

Di dunia Lyra, manusia harus punya daemon yang setia mengikuti kemanapun manusia itu pergi dan tidak bisa terpisah jauh. Nah, masalahnya disini adalah ada yang menculik anak-anak. Dan ketika Lyra bertemu dengan salah satu anak yang diculik, anak itu sudah berubah menjadi seperti zombie dan dia kehilangan daemonnya.

Saya kagum sekali dengan Lyra yang pemberani. Saya juga suka Iorek si beruang. Dingin tapi baik hati.

Ceritanya berseri ternyata. Masih ada beberapa misteri yang belum terungkap. Tapi secara keseluruhan, ending-nya tidak terlalu membuat penasaran.

Sudah ada filmnya, tapi saya belum nonton.

Kesimpulannya, 4 dari 5 bintang. I really liked it (‘▽’ʃƪ) ♥

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s