Posted in Books, Erlangga for Kids, Fantasy, Pierdomenico Baccalario, Review 2014

RUMAH CERMIN REVIEW

 photo rumah_cermin_zpsaa214316.jpg

Judul: Rumah Cermin | Seri: Ulysses Moore #3 | Pengarang:  Pierdomenico Baccalario | Penerbit: Erlangga for Kids | Jumlah halaman: 232 halaman | Edisi: Cetakan pertama, 2009|Status: Pinjam dari Perpustakaan Kota Banjarbaru | Rating saya: 4 dari 5 bintang

***

Jason dan Rick kembali ke rumah keluarga Covenant di Argo Manor. Mereka pun bertukar cerita petualangan dengan Julia dan Nestor.

Meskipun lelah setelah melakukan petualangan yang mendebarkan. Ketiga anak itu tidak bisa beristirahat. Masih banyak misteri yang harus dipecahkan.

Sebuah petunjuk mengarahkan mereka untuk mengunjungi beberapa orang di Kilmore Cove yang ternyata saling terkait dengan misteri Argo Manor dan Ulysses Moore.

Penyelidikan membawa mereka ke Rumah Cermin. Sebuah rumah menakjubkan yang bisa berputar. Dibangun oleh seorang ahli jam terkemuka di Kilmore Cove. Namun, ahli jam tersebut menghilang. Dan anak-anak menemukan sebuah bukti yang menunjukkan bahwa si ahli jam tersebut merupakan sahabat keluarga Moore dan juga Oblivia Newton.

Melihat kemajuan yang telah anak-anak raih, Nestor akhirnya memutuskan untuk menceritakan sebuah rahasia kepada anak-anak. Rahasia yang meminta tanggung jawab besar. Sanggupkah anak-anak tersebut menerimanya? Mengingat lawan yang mereka hadapi adalah Oblivia Newton. Orang yang terbiasa mendapatkan apa saja yang dia mau. Dan tidak segan-segan melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya.

***

Tidak terasa membaca buku ini. Tahu-tahu sudah selesai aja.

Seru banget mengikuti petualangan anak-anak yang kali ini bersetting di Kilmore Cove. Mereka berkeliling kota untuk mengunjungi tetangga-tetangga mereka demi mendapatkan petunjuk.

Ada satu pelajaran yang berkesan bagi saya di buku ini. Tentang masalah penampilan. Bagaimana penampilan dapat mempengaruhi suasana hati seperti yang terjadi pada Jason Covenant. Awalnya suasana hati Jason sangat buruk karena dia harus berkeliling kota dengan sepeda yang…errr…sangat perempuan. Namun, setelah mengunjungi Gwendaline, tetangga mereka yang mempunyai salon, Jason dibuat keren dengan tatanan rambut yang baru. Suasana hatinya langsung sangat membaik sampai lupa kalau dia masih memakai sepeda yang konyol.

At last, petualangan Covenant bersaudara dan sahabat mereka, Rick tetap seru. Endingnya tetap bikin penasaran. Kali ini endingnya berhubungan dengan Julia yang mau tidak mau mengakui bahwa hal gaib itu memang ada. Bikin penasaran abis.

Setelah saya cek, masih ada buku keempat di perpustakaan, Pulau Topeng. Setelah itu, sepertinya petualangan Jason, Julia dan Rick harus saya temukan di tempat lain. Semoga ending buku keempat tidak terlalu membuat penasaran.

Kesimpulannya, 4 dari 5 bintang untuk buku ini. I really liked it  (‘▽’ʃƪ) ♥

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s