Posted in Books, DIVA Press, Gamal Komandoko, Historical Fiction, Review 2014

SANGGRAMA WIJAYA REVIEW

Baca dan Posting Bareng BBI 2014

Baca Bareng BBI Februari Tema Historical Fiction Indonesia

 photo sanggram_wijaya_zpse88ca70d.jpg

Judul: Sanggrama Wijaya | Pengarang: Gamal Komandoko |Penerbit: DIVA Press | Jumlah halaman: 410 halaman | Edisi: Cetakan pertama, Januari 2009|Status: Pinjam dari Perpustakaan Kota Banjarbaru | Rating saya: 3 dari 5 bintang

***

Selain mereguk babad sejarah yang amat menakjubkan, Anda akan meraih banyak sekali kemilau mutiara hidup pada diri Sanggrama Wijaya. Bahwa di antaranya, perjuangan untuk meraih cita-cita memang amat sulit, berat, melelahkan, sarat otak tajam, penuh jalan terjal mendaki, hutan lebat, jurang menganga, dan banjir tipuan menyesatkan. Dibutuhkan semangat kuat dan tekad kokoh membaja untuk mengalahkan semua itu. Di samping itu, dibutuhkan pula strategi-strategi jitu untuk menundukkan dan menaklukkan hal-hal tersebut.

Diambil dari sinopsis dibelakang buku. Persis seperti itulah menurut saya kisah Sanggrama Wijaya.

Buku historical fiction pertama yang saya lihat setelah ‘melototin’ rak perpus. Langsung comot aja tanpa membaca sinopsisnya. Yang penting punya bacaan untuk PosBar bulan Februari😀

Tidak tahu siapa itu Sanggrama Wijaya. Setelah membaca baru ngeh kalau Sanggrama Wijaya itu ternyata Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Jadi ceritanya mengisahkan tentang berdirinya kerajaan Majapahit dimulai dari runtuhnya kerajaan Singasari. Nah lo, apa hubungannya kerajaan Singasari dengan Majapahit. Silakan baca sendiri deh, hohohoho.

Membaca buku ini bikin gemas. Kesal lihat perebutan kekuasaan yang diawali oleh masalah sakit hati dan adu domba. Tapi setidaknya banyak bagian yang membuat saya tidak bisa berhenti membaca.

Adegan perangnya mendominasi. Tampaknya Raja-raja jaman dulu pikirannya selalu dipenuhi oleh keinginan untuk berkuasa. Kalau tidak menguasai seluruh dunia, tidak tenang deh pokoknya. Sedikit beda dengan Sanggrama Wijaya. Meskipun hasrat berkuasanya juga ada, tapi dia lebih mementingkan untuk mensejahterakan rakyatnya lebih dulu. Hebaaaat (‘▽’ʃƪ) ♥

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalau hidup di jaman kerajaan. Sedikit-sedikit perang. Ngeri deh  (#/。\#)

Ngomong-ngomong, buku ini diluar dugaan saya. Mengingat dulu waktu sekolah saya kurang akur sama pelajaran-pelajaran non-mipa, termasuk sejarah. Takutnya membaca buku ini jadi berasa membaca buku sejarah.

Ternyata tidak. Ceritanya seru ternyata. Saya paling suka dibagian saat Arya Wiraraja mengemukakakan rencana-rencananya yang…errrr…sangat kreatif. Ada-ada saja akalnya untuk meruntuhkan kekuasaan seorang Raja.

Paling tidak suka saat ceritanya tentang Mahapati yang mengadu domba petinggi-petinggi Majapahit untuk kepentingannya sendiri. Hedeh, bikin sebal saja.

At last, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari buku ini. IMO, epilognya berkesan. 3 dari 5 bintang. I liked it  (‘▽’ʃƪ) ♥

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

24 thoughts on “SANGGRAMA WIJAYA REVIEW

    1. Yap, ini single story, bukan serial.

      Pas sekali kalo gitu baca buku ini, perebutan kekuasaannya banyak banget.Sebentar-sebentar ada lagi yang berontak.

      Like

  1. aku kagum sama konsistensimu pinjem buku perpus untuk ikut posting bbi :)) keren! aku udah lama banget gak ke perpus manapun hihi…btw bukunya kayaknya bagus, kangen kisah sejarah kaya gini deh.

    Like

    1. @Mbak Astrid: Soalnya buku2 yang berjajar di rak perpus itu sudah sy anggap sebagai timbunan sendiri *dikeplakpustakawan*

      Sebetulnya sih karena koleksi buku saya hampir semuanya bergenre fantasi. Kebetulan ga punya hisfic Indonesia. Kalau ke tobuk ujung2nya pasti kebeli fantasi lagi (rencana beli hisfic terlupakan). Jadi pilihannya tinggal ke perpus😀

      Like

  2. aku sampai saat ini malah belum tertarik untuk baca sejarah zaman kerajaan macam ini. apa pengaruh sinetron2 adaptasi tv ya? hehhe.

    Like

    1. Samaaaa….

      Saya awalnya ga tahu siapa itu Sanggrama Wijaya. Bahkan sempat loading juga sebentar waktu baca nama Raden Wijaya.

      Yap, sepertinya memang harus dimulai dulu ^_^

      Like

  3. Aku kemarin baca yang Trunojoyo author nya juga mas Gamal ..
    Bagus juga loh.. tapi, aku belum baca buku yang ini sih😀
    kalau buku dengan tema kayak ginian, biasanya ada di lemari buku ayah😀
    kalau kayak gini, malah pengen baca.. perangan emang seruu

    Like

    1. Oh, Trunojoyo author-nya Gamal Komandoko juga ya. Sering banget lihat buku itu di perpus. Ada banyak.

      Bagus juga ya buku nya, sip2…ntar pinjem lagi di perpus. Kebetulan aku juga tidak tahu (lupa) siapa itu Trunojoyo😀

      Yap, perang2an memang seru dan sedikit creepy juga kalau adegan bunuh2an-nya digambarkan terlalu detail😀

      Sama banget…yang suka buku2 seperti ini ayah sama ibu. Kemarin pas aku tunjukin buku-nya langsung minta belikan, buat koleksi katanya ^_^

      Like

  4. Terakhir baca kisah Raden Wijaya ya di buku sejarah jaman SD dulu,. Belum pernah baca lagi kisah sejarah raja-raja kerajaan Indonesia. Sepertinya seru,.🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s