Posted in Books, Genre, Gramedia Pustaka Utama, Mystery

THIRD GIRL REVIEW

thirdgirl

Judul: Third Girl – Gadis Ketiga | Pengarang: Agatha Christie | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Cetakan kedelapan, September 2002 | Status: Owned book | Tanggal beli: 14 Mei 2007 | Beli di: Gramedia Duta Mall Banjarmasin | Rating saya: 3 dari 5 bintang

***

Baca Bareng BBI 2013: Tema Detektif

Baca ulang Gadis Ketiga.

Lupa sama sekali bagaimana ceritanya. Yang saya ingat cuma gadis ketiga itu adalah sebutan untuk gadis ketiga yang ditawari untuk tinggal di semacam rumah petak sewaan bersama gadis pertama — sebagai penyewa utama — dan gadis kedua — yang merupakan teman gadis pertama —  untuk meringankan biaya sewa.

Ini kasus Poirot pertama yang saya punya. Kenal Poirot dari komik detektif Conan. Jadi penasaran sama si Poirot. Pas ngubek-ngubek rak Agatha Christie di toko buku, ketemu buku ini, yang  sinopsis dibelakangnya jelas sekali menuliskan kalau kasus yang ada di buku ini adalah kasusnya Poirot.

Oke, kembali ke Gadis Ketiga. Suatu hari gadis ketiga ini datang ke Poirot. Katanya dia mungkin telah melakukan suatu pembunuhan. Tapi dia batal meminta bantuan Poirot karena dia pikir Poirot terlalu tua.

Pelajaran pertama yang saya dapat dari buku ini. Jangan pernah datang ke detektif dan menyebut kata pembunuhan. Seperti si gadis ketiga. Walaupun dia batal meminta bantuan Poirot, toh Poirot sudah terlanjur penasaran dan memutuskan untuk terjun menyelidiki si gadis. Sampai-sampai ribet mencari kematian yang terjadi di sekitar si gadis.

Dari bagian awal sampai ke bagian sebelum kasus terungkap, jujur saya frustasi. Ini kasusnya apa sih? Katanya Poirot hebat? Kok Poirot sepertinya mengambang dan menemukan jalan buntu?

Ketika sampai ke bagian di mana kasus mulai terungkap, baru saya paham. Oh, ternyata gitu toh. Maafkan saya ya Tuan  Poirot. Tepuk tangan deh buat Tuan Poirot. Luar biasa.

Saya rasa komentar Nyonya Ariadne Oliver berikut pas mewakili komentar saya setelah membaca buku ini.

“Apa? Dan selama ini saya begitu kecewa terhadap Anda dan mendesak Anda terus melakukan sesuatu — padahal Anda telah melakukan sesuatu? Dan Anda tidak pernah mengatakannya kepada saya! Terlalu, Tuan Poirot! Sepatah kata pun tidak! Mengapa Anda bisa berbuat se — sekejam itu?”

Poirot ternyata hebaat daaan…ngg…memikirkan segalanya. Saya ingat dulu setelah membaca buku ini saya langsung mencari kasus Poirot yang lain. Dan rasa-rasanya kasus terakhirnya lumayan mengerikan dan menyedihkan. Lupa juga bagaimana ceritanya. Ntar deh dibaca ulang juga.

Yang pasti kasus ini dulu menjadi kasus perkenalan saya dengan Poirot. 3 dari 5 bintang untuk buku ini. I liked it.

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

2 thoughts on “THIRD GIRL REVIEW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s