Posted in Angie Sage, Books, Fantasy, Matahati

FLYTE REVIEW

flyte

Judul: Flyte| Seri: Septimus Heap #2 | Pengarang: Angie Sage | Penerbit: Matahati | Penerjemah: Febri | Edisi: Bahasa Indonesia, 2008, 600 halaman | Status: Owned book | Tanggal beli: 30 Agustus 2010 | Tempat beli: Toko Buku Kharisma Banjarbaru | Harga: Rp71.700 | Rating saya: 5 dari 5 bintang

***

Baca ulang Flyte.

Bagaimana rasanya kalau impian kita direbut hanya karena kita tidak dilahirkan sebagai putra ketujuh dari putra ketujuh?

Silas dan Sarah Heap mempunyai 7 putra. Kemunculan Septimus, putra bungsu mereka yang awalnya dikira mati, mengakibatkan salah satu anak keluarga Heap berkhianat.

Dia bersumpah akan melakukan apa saja agar bisa merebut posisi Murid Penyihir LuarBiasa dari Septimus, yang beruntung sekali, dilahirkan sebagai putra ketujuh dari putra ketujuh, yang oleh karenanya mempunyai kemampan Magyk yang luar biasa, dan langsung diangkat murid oleh Penyihir LuarBiasa saat itu, Marcia Overstrand.

Segalanya tampak berjalan baik bagi Septimus, kebalikan dari itu, segalanya tampaknya berjalan buruk bagi saudaranya yang berkhianat tersebut.

Iri dan merasa tidak diperlakukan secara adil membuat salah satu kakak Septimus itu menyeberang ke Sisi Lain dan berusaha mengembalikan Magyk Gelap ke dalam Kastil. Untuk itu, Jenna si calon ratu, harus disingkirkan lagi.

Tidak ada yang percaya kalau salah satu anak Heap tersebut berubah jahat. Termasuk Marcia, Silas, Sarah dan saudara-saudara Septimus yang lain.

Hanya Septimus dan Nicko Heap yang yakin kalau kakak mereka sudah berubah. Dan mereka berdua tampaknya harus berusaha sendiri untuk menyelematkan Jenna.

***

Dulu saya berpikir kalau diantara semua seri Septimus yang sudah saya baca, Flyte yang paling tidak seru. Tapi sekarang tidak lagi. Sama seperti Magyk, Flyte juga dapat 5 dari 5 bintang karena saya sudah terlanjur suka dengan seri Septimus Heap😀

Sayang sekali, diedisi yang saya baca ini, halaman 209-224 tertimpa oleh halaman 193-208. Padahal bagian itu seru dan menceritakan bagaimana Jenna melarikan diri dari penculiknya.

Anyway, saya rasa Flyte banyak mengandung pelajaran berharga. Mengingatkan saya  kalau berbesar hati menerima kelebihan orang lain lebih baik daripada iri dengki.

Flyte juga menyadarkan saya kalau menerima kelebihan orang lain bukan berarti kita pasrah, tapi kita harus berusaha untuk mencari kelebihan kita sendiri. Yang baik bagi orang lain kan belum tentu baik bagi kita #sokbijak.

Yah, andai saja kakak Septimus itu sempat memikirkan kalau jadi putra ketujuh dari putra ketujuh itu tidak selamanya menyenangkan. Mungkin dia tidak akan se-iri itu.

Dan yang paling saya suka dari Flyte adalah kasih sayang Sarah dan Silas kepada anak-anaknya yang luar biasa besar. Meskipun ada diantara ketujuh anak mereka yang menyeberang ke Sisi Lain. Namun, mereka berdua tetap sayang dan tetap percaya kalau suatu saat anak mereka akan kembali baik. Hiks, jadi terharu.

Ngomong-ngomong, di Flyte, saya suka sekali dengan Nicko. Nicko jauh lebih kocak dan sayang sekali dengan adiknya, Septimus.

Oke, lanjut ke seri berikutnya. Tidak sabar pengen ketemu Septimus, Nicko, Beetle dan…nggg…baiklah…Spit Fyre — naga imut tapi nakal milik Septimus — lagi. So, let’s go to Physik ^_^

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s