Posted in Alyson Noel, Books, Fantasy, Mizan Fantasi, Romance

EVERMORE REVIEW

evermore

Judul: Evermore | Seri: Immortals | Pengarang: Alyson Noёl | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, November 2010, 396 halaman | Status: Owned book, 19 Maret 2011, Gramedia Duta Mall Banjarmasin, Rp56.500 | Rating saya: 3 dari 5 bintang 

***

Baca ulang Evermore.

Sama seperti covernya yang membuat saya bingung antara suka atau tidak, cerita Evermore juga begitu.

Cerita ini dimulai saat Ever kehilangan seluruh keluarganya akibat kecelakaan. Pasca kecelakaan tersebut, kehidupan Ever berubah drastis. Bukan saja karena dia sekarang harus pindah ke kota lain bersama bibinya, sekarang dia juga bisa melihat aura, mendengar pikiran, mengetahui kisah kehidupan orang lain, dan bisa melihat orang mati.

Kemampuan supernaturalnya ini begitu bising sehingga Ever harus memakai kacamata hitam dan mendengarkan lagu super kencang di telinganya untuk meredam warna-warna dan suara-suara tersebut. Ever yang mulanya salah satu gadis terkeren di sekolahnya dulu berubah menjadi gadis aneh dan menjadi teman-teman dari orang-orang aneh pula.

Namun semuanya mulai berubah dengan kehadiran Damen. Tampan dan kelihatan begitu sempurna sehingga Ever yakin orang sekeren itu tidak akan pernah bergabung di kelompoknya.

Saat Ever memandang Damen untuk pertama kalinya, dia merasa hangat dan aman. Kehadiran Damen ternyata dapat meredam kebisingan yang terjadi di sekitar Ever. Ever seakan merasa normal kembali ketika Damen ada  di sampingnya. Damen mulai memikat Ever dan Ever pun terpikat kepadanya.

Namun, Ever cemas. Dibalik segala hal normal yang dapat  diberikan Damen kepadanya, ada satu yang betul-betul tidak normal. Damen tidak memiliki aura. Dan yang Ever tahu adalah,  orang-orang yang auranya tidak bisa dia lihat, hanyalah orang-orang yang sudah mati.

Ever juga cemas dengan kehadiran Drina yang sama anehnya dengan Damen. Kecantikannya tampak begitu sempurna. Drina juga tidak memiliki aura. Perbedaannya dengan Damen adalah kalau Damen begitu mencintai dan melindungi Ever, Drina sangat membenci dan ingin membunuhnya.

Ever berusaha menguak rahasia Damen dan Drina. Namun, kenyataannya ternyata terlalu berat untuk diterima. Karena Damen dan Drina telah terlalu banyak ikut campur dalam kehidupan Ever, termasuk bertanggung jawab atas kehilangan dan kemampuan supernatural yang dimilikinya sekarang.

***

Dulu waktu pertama kali membaca, perlu waktu lama untuk ngeh ke dalam ceritanya. Saya sempat bingung kenapa buku ini mendapat pujian setinggi langit.

Sekarang saya rasa saya tahu kenapa. Untuk genrenya, Evermore memang bagus. Young adult + paranormal romance banget deh😀

Dulu saya sebal sekali sama Ever dan Damen yang menurut saya tampak plin-plan sekali.  Sekarang karena sudah tahu apa alasan dibalik kekonyolan mereka, saya rasa keputusan-keputusan yang diambil oleh Ever dan Damen bisa diterimalah. Meskipun saya masih rada bete dengan sikap mereka (΄.•_•.`)

At least, saya suka dengan konsep cinta abadi antara Damen dan Ever. Seberapa sempurna pun tampaknya hidup yang Damen punya — kenyataannya tetap tidak sempurna tanpa Ever. Sweet. 3 dari 5 bintang deh untuk buku ini.

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

2 thoughts on “EVERMORE REVIEW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s