Posted in Books, Classic, Mark Twain, Orange Books

THE PRINCE AND THE PAUPER REVIEW

ThePrinceandThePauper

Judul: The Prince and The Pauper | Pengarang: Mark Twain | Genre:  Klasik, Historical Fiction | Edisi bahasa : Indonesia | Penerbit: Orange Books | Edisi: Cetakan pertama, November 2010 | Status: Pinjam di Perpustakaan Daerah Hulu Sungai Utara | Rating saya: 3 of 5 stars

***

Tom Canty selalu berkhayal kalau dia adalah seorang pangeran. Di tengah kehidupannya yang miskin dan keras di tengah kota London. Dia berharap semoga suatu hari dia bisa menjadi pangeran.

Suatu hari di depan istana, dia akhirnya bisa melihat seorang pangeran. Dan tanpa diduga, pangeran itu mengundangnya untuk masuk ke istana.

Pangeran Edward berharap dia dapat bebas seperti Tom. Berlari dan bermain layaknya anak kecil tanpa ada yang melarang.

Dan harapan mereka berdua terkabul. Melalui sebuah peristiwa yang berlangsung cepat dan tidak sengaja. Mereka tertukar.

Orang-orang menunduk hormat kepada Tom. Tom berulang kali mengatakan kalau dia bukan sang pangeran. Tapi semua menganggapnya gila. Bahkan sang raja sendiri tidak percaya. Penduduk istana menganggap pangeran kecil terlalu lelah dengan beban belajarnya hingga pikirannya agak terganggu.

Sementara itu pangeran asli terlunta-lunta di jalanan. Dipukul oleh ayahnya Tom yang mengira sang pangeran adalah anaknya. Sang Pangeran tersesat, tertawan oleh gerombolah perampok, hampir dibunuh oleh petapa gila dan mengalami banyak nasib malang lainnya.

Tidak ada yang percaya kalau dia adalah seorang pangeran. Untung ada seorang ksatria penuh belas kasih bernama Miles Hendon yang selalu berusaha menjaga sang pangeran meskipun dia juga tidak percaya kalau anak lusuh di hadapannya itu adalah pewaris takhta kerajaan Inggris.

Tampaknya sama sekali tidak ada harapan bagi kedua pemuda cilik ini untuk kembali menjadi diri mereka kembali. Bagaimanakah akhir nasib keduanya?

***

Hati-hati dengan harapanmu. Jangan berprasangka kalau belum pernah merasakan kebenaran dari apa yang hanya kita duga. Belas kasih yang kita berikan dapat kembali kepada kita dengan berlipat ganda. Yap, itulah tiga hal yang paling berkesan bagi saya setelah membaca buku ini.

Melihat cover dan judulnya membuat saya malas membaca buku ini. Cerita The Prince and The Pauper kan sudah sangat terkenal. Membacanya mungkin seperti membaca versi lain dari cerita yang sudah kita tahu bagaimana awal dan akhirnya.

Tapi melihat nama pengarangnya, saya jadi ngeh kalau ini adalah buku klasik. Mungkin ini adalah buku asal mula cerita The Prince and The Pauper. Saya jadi tidak sabar ingin meminjamnya dari perpustakaan. Dan ternyata buku ini membuat saja jadi book hangover. Saya juga perlu waktu lama untuk bisa menuliskan kesan-kesan yang saya dapatkan setelah membaca buku ini.

Sepanjang buku saya deg-degan menanti bagaimana caranya kedua pemuda ini bertukar tempat kembali. Sampai saya sempat tergoda untuk mengintip bagian akhirnya.

Buku ini sarat petuah-petuah bijak. Settingnya memang ada di zaman kerajaan Inggris abad ke-16 yang kejam, tapi entah bagaimana tetap indah dengan ciri khas cerita klasik. I liked it. 3 dari 5 bintang untuk buku ini.

***

New Authors RC by Ren's Little Corner

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s