Posted in Non Review

#5BukuDalamHidupku | FOLLOW YOUR PASSION

TheNakedTraveler4Judul: The Naked Traveler 4 | Pengarang: Trinity | Penerbit: B first | Edisi: Cetakan kedua, Oktober 2012 | Jumlah halaman: x + 262 halaman

Follow your passion adalah salah satu judul sub bab yang ada di buku The Naked Traveler 4 karya Trinity. Bagi yang sudah pernah baca bukunya, tentunya sudah tahu bagaimana cara Trinity mengajak kita untuk ber-traveling ria.

Saking hebatnya, setelah membaca buku ini, saya langsung mengiyakan ajakan senior saya untuk traveling ke kota sebelah yang jaraknya kira-kira 1 jam perjalanan.

Eh, dekat ya. Tapi tunggu dulu, untuk ukuran saya yang jarang traveling dan tinggal di kota kecil begini, jarak segitu termasuk jauh lo. Satu jam ke kota sebelah itu artinya bepergian lintas kabupaten. Jalannya sempit berliku, naik motor pula. Dan yang lebih parah lagi, saya pergi untuk mengikuti seminar kecantikan. Saya yang cupu ini ikut seminar kecantikan? Haduh, bukan saya banget itu.

Saya suka kok traveling. Tapi kalau disuruh memilih antara traveling atau  membaca buku di rumah, saya jelas memilih membaca. Apalagi kalau travelingnya untuk seminar kecantikan, ckckckck. Kebayangkan bagaimana hebatnya buku ini mempengaruhi saya untuk meninggalkan zona nyaman dan membuat badan pegal-pegal?

Oke, cukup soal traveling. Sekarang saya akan membahas satu bahasan yang diselipkan oleh Trinity di bukunya. Bagian yang waktu itu langsung membuat saya membuat satu post khusus untuk mengabadikannya. Post itu juga saya masukkan disini. Digabung dengan tulisan yang baru, agar yang lama, yang waktu itu masih fresh, tidak hilang. Yaaah, sekalian menghemat waktu juga sih😀

Kurang lebih setahun yang lalu, mentor bahasa Inggris saya pernah mengatakan sesuatu yang sama tentang follow your passion.  “Just follow your passion and success will follow you”. Saat  itu kami sedang berdiskusi tentang pekerjaan apa yang ingin dilakukan setelah lulus kuliah nanti.

Passion bisa diartikan sebagai “gairah”. Maksudnya, kita disuruh menanyakan kepada diri sendiri hal apa yang dengan senang hati terus kita lakukan. Tanpa pernah bosan. Bahkan tanpa digaji.

Untuk saya, jawabannya mudah. Saya suka membaca dan belajar. Secara lebih spesifik — untuk membaca, saya suka membaca apa saja.  Semua bentuk dan genre bacaan. Tapi lebih favorit ke novel fiksi fantasi dan klasik. Untuk belajar, saya suka belajar ilmu matematika dan IPA ala anak sekolah atau anak kuliahan. Belajar di dalam ruangan sambil duduk manis mendengarkan penjelasan guru atau dosen. Berdiskusi dan mengerjakan tugas bila diperlukan.

Mengingat  passion saya sendiri, saya hanya bisa tersenyum miris. Alih-alih bisa menghasilkan uang, keduanya malah menghabiskan uang saya.  Saya selalu “kerampokan” setiap habis dari toko buku. Saya sering  ikut kursus ini itu hanya untuk memuaskan passion saya untuk belajar ala siswa sekolah.

Bagaimana cara menghasilkan uang dari sana coba? Mana ada orang yang mau membayar saya untuk membaca buku dan belajar?

Setelah membaca buku Trinity, saya jadi malu sendiri. Passion Trinity adalah menulis dan traveling. Ya, traveling. Dibandingkan dengan uang yang saya habiskan untuk belanja buku dan belajar di institusi tertentu, uang yang Trinity habiskan untuk traveling jelas jauh lebih banyak.

Namun yang paling penting adalah Trinity berhasil menemukan cara untuk mengubah passion travelingnya menjadi penghasilan dan membuatnya sukses. Caranya  seperti yang saya kutip dari buku The Naked Traveler 4 berikut:

“Intinya, kalau kita menginginkan sesuatu, jangan hanya di angan-angan saja. Kita harus put into action. Iya, tapi gimana? ‘Dimulai dengan menuliskannya. Lalu, menghitung segala kemungkinan’, jawabnya.
Saya disuruh bikin MRR (Management Research Report) terhadap diri sendiri. Di sekolah S-2 saya, MRR adalah thesis yang berisi business plan tentang suatu perusahaan sehingga menjadi lebih baik. Sederhananya, kita harus membuat analis SWOT (Strengths, Weaknesses, Oppurtunities, Threats), menetapkan segmen pasar, membuat produk dan pada akhirnya ada perhitungan bisnis lima tahun ke depan.” (hal. 183)

Trinity betul-betul melepas pekerjaan kantorannya yang sebetulnya sudah bergaji tinggi. Dia memilih mengikuti passionnya dan betul-betul berhasil. Trinity menjadi fulltime traveler yang sukses. Kesuksesannya  bahkan melebihi perkiraan yang telah dia buat sebelumnya.

“Akhirnya, saya telah menemukan passion saya and I think I have the best job in the world as a fulltime traveler and freelance writer. Bayangkan, saya sangat doyan jalan-jalan, memiliki pekerjaan yang memungkinkan saya jalan-jalan terus dan dapat uang pula dari jalan-jalan! Ah, benar kata Confucious, ‘Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life.
Nah, sekarang tanyalah kepada diri sendiri: apakah passion Anda? Dan, yang lebih penting apakah Anda punya keberanian untuk mewujudkan passion Anda tersebut?” (hal.185)

Aduh, berani tidak ya? Semoga akhirnya saya bisa mendapatkan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan passion saya. Just remember to follow your passion and success will follow you. So, let’s follow our passion  ^_^

Note: Tulisan ini dischedule untuk event #BukuDalamHidupku hari kelima.

Baca juga, hari keempat #5BukuDalamHidupku | My Golden Road, hari ketiga #5BukuDalamHidupku | SIHIR DI TAMAN RAHASIA, hari kedua #5BukuDalamHidupku | SURE LOF, IT’S EDENSOR dan hari pertama #5BukuDalamHidupku | SEBUAH SURAT CINTA KEPADA BUKU,  REVIEW saya tentang buku ini.

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

3 thoughts on “#5BukuDalamHidupku | FOLLOW YOUR PASSION

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s