Posted in Non Review

#5BukuDalamHidupku | SIHIR DI TAMAN RAHASIA

TheSecretGardenJudul: The Secret Garden | Pengarang: Frances Hodgson Burnett | Penerbit: Qanita | Edisi: Cetakan II, Oktober 2009 | Jumlah halaman: 460 halaman

Ada sihir di taman rahasia. Sihir yang membuat tanaman berwarna kelabu menjadi hijau. Sihir yang membuat gadis berwajah masam menjadi manis. Sihir yang membuat anak laki-laki sekarat menjadi sembuh kembali.

Bagi yang sudah pernah membaca bukunya mungkin juga merasakan bagaimana sihir ini juga merembes keluar dari buku dan menyihir kita.

Kebetulan sekali saya memilih The Secret Garden di hari ketiga. Pagi ini hujan. Udara terasa segar sekali. Sihir itu datang kembali. Senang rasanya melihat rumput yang semakin hijau dan tanaman yang segar terguyur air hujan. Jadi pengen berkebun eh.

Yap, bagi saya, The Secret Garden sukses membangkitkan semangat berkebun. Jadi ingat dulu waktu pertama kali membaca buku ini. Waktu itu tahun 2011 saat saya masih kuliah. Saya langsung membeli mawar 3 pohon sekaligus. Menata rapi di depan kamar kos. Merawat dengan hati-hati sampai mawarnya gemuk dan berbunga besar. Indah sekali. Dua pohon dengan bunga warna kuning. Satu pohon dengan bunga warna merah muda.

Ketika saya harus Kuliah Kerja Nyata selama 1 bulan. Saya ditempatkan di desa yang cukup jauh. Selama itu mawar saya tidak ada yang mengurus. Ketika saya kembali, ketiga mawar itu mati.

Wah, sihirnya tidak lagi bekerja pada mawar, tapi bekerja pada pohon beringin yang di tanam tepat di depan kos. Pohon itu semakin rindang. Dahannya sampai menyentuh jendela kamar saya. Dalam sebulan pohon itu tumbuh pesat dan membuat kamar saya jadi lumayan gelap.

Semua jadi heran. Ibu kos bahkan berencana memotong dahannya. Takut kalau ada seseorang atau sesuatu yang duduk di sana kata beliau. Waduh.

Untung rencana itu tidak berjalan. Pohon itu membuat kamar saya sebagai satu-satunya kamar yang paling rindang dan paling sejuk. Untung juga sampai saya lulus tidak ada seseorang atau sesuatu pun yang duduk di sana😀

Ngomong-ngomong kenapa bunga mawar? Nah, itu gara-gara bagian ini nih. Bagian dimana salah satu tokohnya, gadis kecil bernama Mary,  tidak sengaja memasuki taman rahasia.

Taman itu adalah tempat paling misterius sekaligus paling indah yang bisa dibayangkan oleh siapa pun. Dinding-dindingg tinggi yang mengurung taman itu diselimuti tangkai mawar tak berdaun yang menjalar ke atas dan sangat tebal hingga terjalin kusut.

Salah satu hal yang membuat tempat itu terlihat aneh dan cantik adalah mawar-mawar yang merambat ke mana-mana dengan sulur-sulur panjang yang menjuntai membentuk tirai tipis yang berayun. Di sana-sini atau di ujung dahan terjauh mawar-mawar itu saling terjalin dan merambat dari satu pohon ke pohon lain dan menciptakan jembatan cantik di antara mereka. (p 124)

Asiknya, jadi pengen punya kebun seperti itu juga ya (‘▽’ʃƪ) ♥.

Ketika musim semi datang di cerita ini. Taman rahasia itu hidup dan penuh dengan tanaman hijau dan bunga-bunga berwarna. Anak-anak di dalam cerita ini yakin ada sihir yang bekerja di dalam sana. Sihir yang memunculkan udara segar, daun-daun hijau dan bunga-bunga yang indah.

“Aku akan berhenti bersikap aneh,” katanya, “jika pergi setiap hari ke kebun itu. Ada Sihir di sana–Sihir baik, kau tahu, Mary. Aku yakin ada Sihir di sana.”

Mereka selalu menyebutnya Sihir, dan memang seperti itu rasanya pada bulan-bulan berikutnya–bulan-bulan menyenangkan–bulan-bulan berikutnya–bulan-bulan yang mengagumkan. Oh! lihatlah segala hal yang terjadi di taman itu! Jika kau tak pernah mempunyai kebun, kau akan tahu bahwa dibutuhkan satu buku untuk menggambarkan semua yang datang untuk melintas di sana. Awalnya semua benda hijau seperti tak pernah berhenti mendorong jalan mereka menembus tanah, di dalam rumput, di dalam petak, bahkan di dalam celah-celah dinding. Lalu, benda-benda hijau itu mulai menampakkan kuncup, dan kuncup mulai membuka dan memperlihatkan warna, setiap corak warna, setiap corak biru, setiap corak ungu, setiap semburat dan rona merah. Pada hari-hari bahagianya, bunga-bunga tersembunyi di setiap inci, lubang, dan sudut. (p 362)

Ups, panjang sekali kutipannya. Tapi saya punya satu lagi yang jadi favorit.

Dan bunga mawar–bunga mawar! Bunga mawar naik keluar dari rumput, melilit sekeliling jam matahari, melingkari batang-batang pohon dan menggelantung dari dahan mereka, naik ke atas dinding dan merayapi mereka dengan karangan bunga panjang menjuntai bertingkat-tingkat. Bunga-bunga mawar semakin hidup hari demi hari, jam demi jam. Daun segar cantik, dan kuncup–dan kuncup–kecil awalnya tapi membesar. Kemudian Sihir bekerja hingga mereka meletup dan membuka menjadi cangkir-cangkir wangi dengan lembut menumpahkan diri sampai meluap dan mengisi udara kebun. (p 363-364)

Indahnya. Buku ini menggambarkan kecintaan akan musim semi dengan sempurna.

Ngomong-ngomong saya bersyukur di Indonesia tanamannya selalu hijau dan berbunga sepanjang tahun. Apalagi di musim hujan segalanya tampak semakin hijau dan tumbuh.

So, selamat datang musim hujan. Ayo berkebun! Tanam pohon, tanam bunga, dan rasakan sihirnya menyembul dari permukaan tanah dan menghasilkan daun-daun hijau, bunga-bunga aneka warna dan buah-buah yang segar pastinya ^_^

Note: Tulisan ini dibuat untuk event #5BukuDalamHidupku hari ketiga. Baca juga, hari kedua #5BukuDalamHidupku | SURE LOF, IT’S EDENSOR dan hari pertama #5BukuDalamHidupku | SEBUAH SURAT CINTA KEPADA BUKU

#5BukuDalamHidupku

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s