Posted in Non Review

#5BukuDalamHidupku | SEBUAH SURAT CINTA KEPADA BUKU

PerpustakaanAjaibBibbiBokkenJudul: Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken | Pengarang: Jostein Gaarder | Penerbit: Mizan | Edisi: Cetakan I, Maret 2011 | Jumlah halaman: 282 halaman

“Sebuah surat cinta kepada buku” adalah komentar yang tertulis di belakang buku ini. Lebih lengkapnya komentarnya adalah “Sebuah surat cinta kepada buku dan dunia penulisan” — Ruhr Nachricht.

Saya sangat setuju dengan komentar ini. Menurut saya komentarnya tepat sekali menggambarkan bagaimana perasaan saya setelah membaca Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken.

Bagi yang sudah pernah membaca bukunya mungkin juga merasakan bagaimana rasa cinta kita kepada buku terasa semakin besar setelah membaca buku ini.

Bagi saya, pengaruh setelah membaca buku ini sangat besar. Meskipun tidak sampai merubah hidup, tapi saya sempat serius ingin banting stir dari bidang ilmu komputer yang saya tekuni ke ilmu perpustakaan. Waktu itu rasanya saya sampai tidak habis pikir, kok bisa-bisanya saya tidak mengambil jurusan ilmu perpustakaan padahal saya mengaku seorang pecinta buku.

Konyol memang. Untung saya sadar kalau dari dulu saya tidak pernah akur dengan bidang ilmu non-mipa. Tidak terlalu buruk sih, hanya tidak pernah cemerlang. Standar ke bawah lah.  :D

Buku ini berhasil membuat saya terharu. Saya sempat merasa rendah diri dengan kegemaran saya membaca buku. Ada orang di kampus saya yang menggunakan istilah “mahasiswa kutu buku” untuk menggambarkan mahasiswa yang malas mengikuti kegiatan kampus non-akademis. Jadinya istilah “kutu buku” jadi punya gambaran jelek. Aduh, padahal tidak semua kutu buku seperti itu kok.

Buku ini berhasil memberikan perasaan bangga kepada saya sebagai seorang pecinta buku. Buku ini mengingatkan bahwa saya tidak sendiri. Ada banyak pecinta buku di luar sana. Buku ini memberi tahu saya kalau suka membaca itu keren.

Ada banyak pernyataan cinta terhadap buku di dalamnya.  Salah satunya adalah paragraf berikut ini. Digambarkan dengan indah melalui pemikiran salah tokoh utamanya– seorang anak kecil bernama Nils.

Ketika bersama Berit, Bibbi Bokken, dan Mario Bresani di tempat penyimpanan itu, aku mengalami keajaiban. Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku mengerti apa sesungguhnya buku itu. Sebuah buku adalah dunia ajaib penuh simbol yang menghidupkan kembali si mati dan memberikan hadiah kehidupan yang kekal kepada yang masih hidup. Sungguh tak dapat dibayangkan, fantastis, dan “ajaib” bahwa kedua puluh enam huruf dalam alfabet kita bisa dipadukan sedemikian rupa sehingga bisa memenuhi rak raksasa dengan buku-buku dan membawa kita ke sebuah dunia yang tak pernah berujung. Dunia yang selalu bertumbuh dan bertumbuh, selama masih ada manusia di muka bumi ini.

Nah, seakan belum cukup, pernyataan cinta Nils kepada buku ini diakhiri dengan paragraf berikut:

Namun, pada saat itu pun aku tahu bahwa setiap kali membuka sebuah buku, aku akan bisa memandang sepetak langit. Dan, jika membaca sebuah kalimat baru, aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan, segala yang kubaca akan membuat dunia dan diriku sendiri menjadi lebih besar dan luas. Selama beberapa saat, aku melongok ke dalam dunia buku yang fantastis dan berdaya magis.

Haahhh, rasanya ikut merasakan daya magisnya juga. Sejak membaca buku ini, saya mulai fokus mengaplikasikan ilmu saya untuk dunia buku. Gara-gara buku ini saya pernah bekerja sebagai volunteer di sebuah perpustakaan.

Ada satu hal lagi yang membuat saya terkesan dengan buku ini. Penghargaan kepada setiap tulisan yang pernah dibuat. Entah itu adalah surat yang ditulis anak kecil atau puisi yang ditulis di sebuah buku tamu. Dan lagi-lagi disimpulkan dengan indah melalui Nils.

Yang kutahu hanyalah bahwa sebagian besar buku belum ditulis dan ada banyak hal yang tersembunyi dalam dua puluh enam huruf, bahkan lebih banyak daripada yang tersimpan di dalam otak seorang manusia di dunia ini. Sungguh suatu pemikiran yang hebat. Dan siapa tau, mungkin pada detik ini sepucuk surat terjatuh dari dalam tas seorang perempuan misterius bergaun merah? Dan, mungkin seorang gadis memungut surat tersebut dan mendapatkan sebuah perasaan aneh yang menggelora di sekujur tubuhnya?

Dan aku tahu rasa itu. Namanya Inspirasi!

Sebelumnya saya terlalu takut untuk menulis. Sejak SD sampai SMA nilai mengarang saya tidak terlalu bagus. Buku ini memberikan kepercayaan diri bagi saya untuk mulai menulis. Buku ini adalah satu buku yang menginspirasi saya untuk mulai menulis di blog.

So, let’s read and write! Temukan daya magis sebuah buku dan rasakan rasa aneh bernama inspirasi untuk menulis. Memang sih di luar sana pasti ada orang seperti Smiley, tokoh antagonis di buku ini yang suka memandang rendah tulisan baru. Tapi saya rasa pasti ada juga orang seperti Bibbi Bokken yang selalui menghargai setiap tulisan yang dibuat dan mencintai buku melebihi apa pun ^_^

Note: Tulisan ini dibuat untuk event

#5BukuDalamHidupku

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

3 thoughts on “#5BukuDalamHidupku | SEBUAH SURAT CINTA KEPADA BUKU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s