Posted in Books, Gramedia Pustaka Utama, Historical Fiction, Tracy Chevalier

FALLING ANGELS REVIEW

FallingAngels_TracyChevalier

Title: Falling Angels – Malaikat-Malaikat yang Runtuh| Author: Tracy Chevalier| Genre:  Historical Fiction – British Literature| Edition language: Indonesian | Publisher: Gramedia Pustaka Utama | Edition: First edition, Jakarta 2003 | Status: Pinjem di Perpustakaan Daerah Kab. HSU | My rating: 3 of 5 stars

***

…Malaikat itu membubung di depan kami, satu kaki ke depan, sebelah tangan menunjuk ke surga. Ia mengenakan jubah panjang berleher persegi; rambutnya yang lepas tergerai ke atas sayap-sayapnya. Malaikat itu menatap ke bawah ke arahku, namun bagaimanapun aku mengamatinya, tampaknya ia tidak melihat aku…

Keluarga Coleman dan keluarga Waterhouse bertemu di kompleks pemakaman saat hari berkabung atas wafatnya Ratu Victoria.

Kompleks pemakaman kedua keluarga itu bersebelahan. Monumen keluarga Coleman adalah sebuah guci besar sedangkan keluarga Waterhouse memilih patung malaikat.

Kedua keluarga itu sama-sama tidak menyukai monumen pilihan tetangganya. Kedua nyonya rumah juga tidak saling menyukai meskipun mereka berusaha keras menyebunyikannya. Dalam pandangan Kitty Coleman, Gestrude Waterhouse terlalu sentimen sedangkan menurut Gestrude, Kitty terlalu radikal. Gestrude memuja Ratu Victoria sedangkan Kitty mendukung Raja Edward. Namun kedua anak mereka, Lavinia Waterhouse dan Maude Coleman langsung saling menyukai.

Mrs. Waterhouse dan Mrs. Coleman berharap agar keluarga mereka tidak usah saling bertemu lagi. Namun,  sebuah kebetulan akhirnya membuat kedua keluarga ini bertetangga.

Dan dimulailah kisah seputar kehidupan dua keluarga ini. Bagaimana rumitnya masalah yang harus mereka hadapi di dalam keluarga kecil mereka. Hingga akhirnya sebuah pukulan hebat menimpa kedua keluarga ini bersamaan. Hidup memang terus berlanjut, tapi kedua keluarga ini tidak akan pernah sama lagi.

***

Mengingatkan saya dengan The Casual Vacancy by JK. Rowling. Hanya saja di Falling Angels ceritanya hanya berkisar antara keluarga Coleman dan Waterhouse.

Ngomong-ngomong ada satu scene yang paling berkesan bagi saya dari buku ini:

“Membaca,” ujar Nenek, tulang ikan di tenggorokannya tampak semakin besar. “Itu kegiatan yang sia-sia untuk anak perempuan. Hanya akan menanamkan gagasan macam-macam di kepalanya. Terutama sampah seperti buku-buku Alice itu.”

Mummy duduk sedikit lebih tegak. Ia gemar sekali membaca. “Apa salahnya anak perempuan punya wawasan, Mother Coleman?”

“Dia tidak akan merasa puas dengan kehidupannya kalau dia punya gagasan macam-macam,” sahut Nenek. “Seperti kau. Sejak dahulu sudah kukatakan pada putraku, kau tidak akan pernah bisa bahagia. ‘Nikahi dia kalau kau mau,’ kataku, ‘tapi dia tidak akan pernah merasa puas.’ Ternyata aku benar. Kau selalu ingin sesuatu yang lebih, tapi ‘wawasan’-mu itu tidak pernah menyatakan dengan jelas apa persisnya yang kau inginkan.”

Haduh, menohok banget. Saya merasa termasuk tipe yang seperti itu soalnya #eh

Ada isu tentang penyetaraan gender di sini. Melalui Kitty Coleman yang ikut gerakan perjuangan persamaan hak memilih untuk wanita. Meskipun digambarkan sebagai pahlawan, tapi tokoh Kitty juga digambarkan sebagai ibu rumah tangga yang lalai mengurus keluarganya.

At last, buku ini — menurut kategori yang saya buat sendiri — merupakan tipe literatur tentang wanita yang merasa dirinya sok suci atau sok benar sedangkan mereka sendiri kadang membuat kesalahan yang sama. Something like gajah di pelupuk mata tidak tampak sedangkan kuman di seberang lautan tampak. And 3 dari 5 bintang untuk Falling Angels. I liked it.

P.S. Review ini diikutkan dalam even New Authors RC

New Authors RC by Ren's Little Corner

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s