Posted in Books, Dystopia, Fantasy, Hugh Howey, Science Fiction

ORDER REVIEW

Second Shift: OrderTitle: Second Shift: Order | Author: Hugh Howey | Genre:  Fantasy – Dystopia -Science Fiction | Edition language: English |  My rating: 4 of 5 stars

***

Hush, my child, too late to cry

The skies are dark, the rivers dry

Our parents gave us lives to keep

Buried here beneath the deep

They sent us down below the dirt

They lied and said it wouldn’t hurt

Their lies still shield us from our dread

Buried here beside our dead

We cannot leave, we must not cry

We’ll show them that our cheeks are dry

Now sleep, my child, accept the dream

Buried here, unless you clean

Silo 1,

Donald dibangunkan. Dibangunkan dari tidur yang beku. Dibangunkan setelah puluhan tahun berlalu.

Donald masih ingat. Tapi yang Donald ingat adalah hal yang seharusnya dilupakan. Dan hal yang harusnya Donald lupakan adalah kunci untuk meredam amukan yang sekarang sedang bangkit di Silo 18. Jika dan hanya jika Donald juga bisa menerima alasan pahit yang ada dibalik Order.

Silo 18,

Bagi Mission satu kelahiran berarti satu kematian. Begitulah peraturan di dalam Silo. Kelahiran Mission berarti satu orang telah mati. Dan Mission tahu dengan pasti siapa dia.

Mission mulai mempertanyakan peraturan Silo, dengan begitu banyak rahasia dibaliknya. Mission mempertanyakan kebenaran yang disembunyikan. Membayangkan tentang dunia di luar Silo. Namun, sayangnya pikiran-pikiran itu terlarang di dalam Silo.

Dan pikiran itu sebenarnya bukan berasal dari Mission sendiri. Ada orang lain di Silo 18, yang masih ingat seperti Donald. Tapi memahami alasan yang berbeda dibalik Order. Alasan yang bahkan sampai sekarang masih menjadi tusukan rasa bersalah, bagi para penguasa di Silo 1. Alasan yang membuat mereka dengan terpaksa harus menjalankan order. Entah itu untuk mereset sebuah Silo atau untuk menterminate Silo tersebut selamanya.

***

Bersetting di saat terjadinya pemberontakan di Silo 18. Silo yang sama dengan Silo-nya Juliette di Wool Omnibus. Terjadi sebelum masa Juliette. Jadi ya betul ini prekuel.

Sayang saya belum membaca First Shift. Katanya First Shift menjelaskan awal mula kenapa manusia akhirnya harus hidup terkubur di dalam Silo.

Di Order masih dijelaskan alasan dibalik peraturan konyol yang diterapkan oleh para penguasa dari Silo 1 terhadap penduduk yang mereka suruh hidup di Silo lain. Tapi dari segi kemanusiaan.

Tentang benar atau tidaknya order yang mereka susun sendiri. Benarkah demi kebaikan para penduduk Silo sendiri, salah satu emosi mereka harus dihilangkan? Ada sesuatu yang harus mereka lupakan? Apakah dibenarkan untuk membunuh satu orang jika hal tersebut bisa menyelamatkan banyak orang lain? Or was it right, to fight the inferno with something greater?

At last, buku ini sama menegangkan-nya dengan Wool Omnibus. Tapi karena di sini Silo 1 akhirnya ikut berperan, jadinya pandangan saya terhadap Silo 1 dan para boneka mereka (para Kepala IT dari setiap Silo) jadi terkesan baik. Padahal di Wool merekalah tokoh antagonisnya. Tapi entahlah, karena saya belum lengkap baca serinya, jadi masih banyak misteri. Dan pula petualangan di Silo 18 yang diceritakan lewat Mission minim informasi. Soalnya Mission hanyalah seorang porter yang “terlibat” dalam pemberontakan, bukan sebagai seseorang yang mempunyai “kekuasaan” untuk menggerakkan pemberontakan seperti Juliette.

Meskipun begitu, saya suka dengan endingnya yang super seru. So, 4 dari 5 bintang untuk Order,  I really liked it.

Note: Review ini untuk Baca Bareng BBI bulan September 2013 untuk tema Distopia non YA dan untuk even  Fantasy RC 2013

fantasyreadingchallengebutton

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

9 thoughts on “ORDER REVIEW

    1. Suka fantasi berseri ya?

      Bukan settingnya di bumi atau lebih tepatnya di bawah tanah.

      Buku ini bisa dikategorikan dalam 2 seri, Wool dan Silo. Kalau dalam Silo ada 3 seri, Wool Omnibus yang berisi seri Wool 1-5, Shift Omnibus (Wool 6 -7) dan yang terakhir Dust. Sy blum tau Dust ini ada punya berapa Wool di dalamnya ^_^

      Like

    1. Jadi inget serial Tunnel jg. Kalo ga salah silo itu semacam bangunan silinder yang di buat di dalam tanah, biasanya buat menyimpan peralatan militer ^_^

      Like

    1. Yap, populasinya memang hrus diatur, soalnya mereka hidup di dalam Silo di bawah tanah.

      Jadi ceritanya (sejauh yg bisa ak tangkap😀 ) setiap suami istri hanya boleh punya anak kalo ada yg meninggal. Pasangan mana yang boleh punya anak akan diundi pakai lottery.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s