Posted in Al-Ihsan, Biography, Books, Jusuf Khalidi, Non Fiction

ULAMA BESAR KALIMANTAN: SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI REVIEW

syekh_muhammad_arsyad_al_banjariTitle: Ulama Besar Kalimantan: Syekh Muhammad Arsyad al Banjari | Author: Jusuf Khalidi| Edition language: Indonesian | Publisher: Al-Ihsan| Edition: 3rd edition, 31 Agustus 1972|Status: Owned Book | Date purchased: 9 March 1973 |  My rating: 2 of 5 stars

***

Beliau lahir dari pasangan Abdullah dan Siti Aminah. Umur 6 bulan di dalam kandungan,  Abdullah dan Siti Aminah mendapatkan malam Lailatul Qadar. Pasangan yang sederhana ini tidak meminta harta dan pangkat. Tapi mereka berdoa dengan sepenuh hati di malam yang mulia itu agar bayi di dalam kandungan Siti Aminah dikarunia petunjuk dan bimbinganNya, agar menjadi seorang anak yang soleh dan alim Zuhud serta selalu menyiarkan agama dan hidup penuh berjasa.

Muhammad Arsyad dilahirkan tahun 1710 Masehi. Sejak berumur 8 tahun, Muhammad Arsyad sudah mempunyai ciri-ciri khas yang berbeda dengan kawan sebayanya.

Sultan Banjar yang berkuasa saat itu, Sultan Tahlillillah, sangat tertarik dengan sifat-sifat dan kemampuan-kemampuan yang dimiliki Muhammad Arsyad. Sultan meminta agar Muhammad Arsyad tinggal di lingkungan keluarga kerajaan agar dia dapat diberi pendidikan dan penyaluran bakat. Sultan pun akhirnya membiayai Muhammad Arsyad untuk menimba ilmu di Mekah.

Itulah sepenggal cerita mengenai kehidupan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Seorang Syekh yang berjasa besar mengajarkan Islam di daerah Kesultanan Banjar.

Buku ini memuat secara ringkas biografi Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dari lahir sampai wafatnya beliau. Buku ini disusun pada peringatan Haul yang ke-160 dari wafatnya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Buku ini juga dilengkapi dengan petunjuk ziarah berdasarkan wasiat beliau.

***

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Nama Syekh besar ini tentu saja familiar bagi saya yang asli orang Kalimantan Selatan. Tapi familiar sepertinya belum cukup. Hanya sekedar tahu nama tapi tidak mengenal siapa sebenarnya beliau.

Waktu kecil, saya beberapa kali pernah di bawa ziarah ke daerah Kalampayan di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Waktu itu saya tidak tahu makam besar siapa yang banyak di ziarahi orang itu. Saya bahkan tidak tahu kalau makam itu adalah makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Saya hanya tahu kalau itu adalah makam Datu Kalampayan, titik.

Untunglah saya akhirnya menemukan buku ini. Tidak sengaja saya temukan waktu mengubek-ngubek lemari buku untuk mencari buku biografi. Saya cukup yakin kalau koleksi lama papa ada buku biografinya.

Akhirnya, ketemu buku tua ini. Buku ini diterbitkan tahun 1972. Sudah lama sekali. Saya bahkan belum lahir.

Setelah membaca biografi beliau, tahu kehebatan-kehebatan beliau sebagai seorang Syekh, saya jadi bangga karena Kalimantan mempunyai seorang Syekh hebat yang ikut berjasa besar dalam penyebaran agama Islam khususnya di daerah Kalimantan Selatan. Jasa dan kehebatan beliau masih dikenang. Sampai sekarang makam beliau selalu dikunjungi para peziarah.

Diantara tanda-tanda beliau sebagai seorang ulama besar adalah pernah waktu beliau tinggal di lingkungan istana kesultanan Banjar, seorang mentri pernah melihat tubuh Muhammad Arsyad terangkat naik waktu tidur. Mentri yang kaget itu dengan cepat menangkap tubuh Muhammad Arsyad. Lalu terbangunlah beliau dan menangis. Ketika ditanya, ternyata beliau saat itu sedang bermimpi diajak seseorang naik ke atas langit, ketika sedang bersama-sama naik, terbangunlah beliau karena tubuhnya ditangkap tadi.

Pernah juga sekembalinya dari Mekah, Muhammad Arsyad singgah ke Jakarta. Di sana beliau sempat membetulkan arah kiblat sebuah mesjid. Dengan tegas Muhammad Arsyad menunjuk arah kiblat dengan tangannya. Konon, ketika dilihat dari celah lobang lengan bajunya, nampak dengan jelas kelihatan Baitullah.

Karena ini buku terbitan lama, maka gaya bahasanya terkesan jadul dan kaku. Tapi saya suka dua bait permintaan maaf dari penulis di akhir buku. Bunyinya seperti ini:

Pada akhirnya hasrat hati ingin hendak mempersembahkan sumbangan yang agak nilai, tapi kecakapan dan kemampuan hanya sekian. Jika sekiranya saya seorang seniman, akan saya tarikan penaku seiring nafas seni sastera dan akan saya suntingkan karya bakti syekh Muhammad Arsyad dengan tinta emas didalam prasasti sejarah Pejuang2 Pahlawan Islam.

Tetapi sayang ujung pena saya sangat tumpul, tidak cukup tajam sedang tangan yang mengendalikannya tidak cukup lemas untuk mengikuti alunan getaran jiwa seni sastera, untuk merangkum suatu untaian kata2 yang segar menyedapkan bagi rasa nestheotioa.

Kesimpulannya, meskipun buku ini memiliki tampilan jadul, tulisan kecil-kecil, dan gaya bahasa yang rada sedikit sulit dimengerti (nestheotioa itu apa ya?), tapi buku ini merupakan buku pertama yang mengenalkan saya kepada salah Syekh Besar Kalimantan, so, 2 dari 5 bintang untuk buku ini. It was OK.

Note: Review ini untuk Baca Bareng BBI bulan September 2013 untuk tema Biografi.

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

10 thoughts on “ULAMA BESAR KALIMANTAN: SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI REVIEW

      1. hehe, iya, pas di bagian awal buku sih mau ngasih bintang banyak., tapi pas hampir dibagian akhir ada bab yg bikin pusing, bahkan paragraf penutup yang puitis itu pun tidak bisa bantu banyak ^_^

        Like

  1. wih tahun 1972 dan bukunya masih terawat? Keren. Btw, itu kutipannya jadul dan rendah hati banget, padahal kata-katanya sudah sangat puitis dan susastra tapi mengaku kurang indah. Punjangga oh pujangga, penamu memang emas.

    Like

    1. ga terawat amat sih, ada satu lubang yg cukup besar dan mengganggu gara-gara kutu buku😀

      iya, dari awal buku n penulis rendah hatinya sudah tampak sekali ^_^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s