Posted in Books, Chitra Banerjee Divakaruni, Fantasy, Gramedia Pustaka Utama

THE CONCH BEARER REVIEW

the_conch_bearer

Title: The Conch Bearer – Keong Ajaib| Author: Chitra Banerjee Divakaruni | Genre:  Fantasy – Magic| Edition language: Indonesian | Translator: Gita Yuliani K. | Publisher: Gramedia Pustaka Utama | Edition: First edition, Februari 2004 | Status: Pinjem di Perpustakaan Daerah Kab. HSU | My rating: 3 of 5 stars

***

Aku ingin hidupku berubah, katanya geram dalam hati, sambil menahan napas sampai ia pusing, mengerahkan segala daya ke dalam doanya dan menembakkannya seperti pemanah menembakkan panahnya. Ia bisa merasakannya terbang kencang melintasi angkasa, panas dan bersinar, sampai terhubung dengan sesuatu — atau seeorang…

Harapan Anand terkabul. Akhirnya hidupnya berubah. Bermula ketika dia bertemu seorang lelaki tua yang tampak lemah dan kelaparan. Tanpa pikir panjang Anand memberikan jatah makan siangnya kepada lelaki itu.

Siapa sangka ternyata lelaki tua itu bukan orang sembarangan. Dia adalah anggota sebuah persaudaraan sihir yang mengabdikan diri mereka untuk berbuat kebaikan. Namun sayangnya sumber kekuatan persaudaraan itu, yang berupa sebuah keong ajaib yang konon dulunya milik Nakula dan Sadewa, hilang dicuri.

Persaudaraan berhasil merebut kembali keong itu. Tapi membawanya kembali ke tempat tinggal mereka di Lembah Perak bukan hal yang mudah. Kebaikan hati dan kepercayaan Anand terhadap keajaiban membuatnya terpilih sebagai si pembawa keong.

Berhasilkah Anand membawa kembali keong itu? Dan apa jadinya seandainya Anand tahu bahwa pada akhirnya dia harus memilih satu dari dua hal yang sangat dia sayangi, dimana memilih yang satu berarti kehilangan yang lain, untuk selamanya.

***

Cerita di buku ini diawali dengan bagus namun akhirnya biasa-biasa saja. Bagian awalnya sangat menarik, tapi lama kelamaan petualangannya tidak seseru yang saya bayangkan.

Anand sebagai tokoh utama di cerita ini diliputi terlalu banyak keragu-raguan. Bukan hanya Anand, tapi keseluruhan ceritanya bagaikan diliputi keragu-raguan.

Sisi positifnya, ada banyak petuah bijak yang bisa kita temukan di sini. Salah satunya yang menjadi favorit saya ada di halaman 19 menurut edisi yang saya baca:

Anand berjalan kembali ke kedai sambil merenung. Ibu benar; pikirnya. Berbagi apa yang kita punyai dengan orang lain betul-betul terasa menyenangkan. Kalau tidak, mengapa ia tiba-tiba merasa tersiram kehangatan, atau kenapa ia tidak merasa lapar, meskipun — seperti ditebak Haru — tidak ada yang bisa dimakan di rumah tadi pagi.

Bagus ya. Pelajaran tentang indahnya berbagi. Dan Anand mendapatkan balasan berupa makan yang berlipat-lipat kali lebih enak daripada yang diberikannya kepada si orang tua.

At last, si keong yang jadi masalah di sini ternyata sangat menggemaskan. Cukup membuat saya terhibur. So, 3 dari 5 bintang untuk buku ini. I liked it.

P.S. Review ini diikutkan dalam even  Fantasy RC 2013

fantasyreadingchallengebutton

dan even New Authors RC

New Authors RC by Ren's Little Corner

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s