Posted in Non Review

LIBRARY GIVEAWAY: AKU DAN PERPUSTAKAAN

Dalam rangka mengikuti Library Giveaway, saya akan membagikan pengalaman yang berhubungan dengan perpustakaan. Wellit will gonna be a long story…..

Baiklah, dengan diiringi lagu-lagu cinta dari radio, setermos kopi dan jua derai hujan, kita mulai cerita ini *sok puitis (>̯┌┐<)*.

Perpustakaan SDN Paliwara 1 (1995-2001)

Perpustakaan di SD ku tidak pernah buka. Satu-satunya kesempatanku masuk ke sana adalah ketika ada pelajaran tambahan untuk peserta Lomba Mata Pelajaran Tingkat SD. Raknya dipenuhi buku-buku tua berdebu. Terus kenapa diceritain ya? *hening*

Perpustakaan Keliling (2001)

Seingatku, perpustakaan keliling hanya pernah singgah dua kali ke sekolahku. Satu untuk meminjamkan buku, satunya untuk mengambil buku yang kami pinjam. Namun, perpustakaan keliling adalah cikal bakal ku ngadem di perpustakaan daerah.

Yang paling berkesan ketika aku menemukan kumpulan cerita Kembang Turi. Ceritanya berseting waktu Indonesia jaman kerajaan. Aku suka ceritanya. Aku suka ilustrasinya.

Sayang buku itu harus ku kembalikan. Sekarang buku itu sudah tidak ada di Perpustakaan Daerah. Maklumlah, dulu saja kondisi bukunya sudah memprihatinkan. I really miss that book (╥﹏╥)

Perpustakaan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (2001)

Dulu, Perpustakaan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan hanya terdiri dari dua ruangan kecil dan satu ruang outdoor yang indah.

Impian ku waktu itu adalah bisa duduk di ruang outdoor yang didesain seperti gazebo. Tapi karena letak perpustakaan yang cukup jauh dari rumah, sedangkan aku masih kecil dan kuper *(>̯┌┐<)*, impian itu hanya jadi angan-angan.

Perpustakaan SMPN 4 Amuntai (2001-2004)

Perpustakaan SMP lagi pindahan. Dari ruang di pojok belakang, ke ruangan baru di samping lapangan basket.

Senang bisa bantu ngangkut-ngangkut buku *ah yang beneer* *iya benar kok (>̯┌┐<)*. Sebenarnya tugas ku dan teman-teman cuma ngangkut buku dan meletakkan buku di rak. Tapi setelah selesai, aku ketagihan menyusun buku yang ada di rak fiksi. Aku menyusun buku berdasarkan judul. 10 eksemplar buku Sitti Nurbaya yang awalnya terpisah-pisah, ku susun berdampingan. Begitu juga dengan judul-judul lain.

Saking asyiknya, begitu selesai dan melihat sekeliling, aku ditinggal teman-teman sendiri *hening*. Yang ada cuma kakak pustakawan (iya kakak, karena beliau masih muda) dan salah satu guru yang ngobrol di meja pelayanan.

Dengan malu, aku ijin kembali ke kelas. Saat itu, kakak perpustakaan tersenyum dan mengatakan terima kasih dengan manis. Wah, aku senang sekali. Padahal awalnya aku takut dengan kakak itu. Tampang beliau galak sih *dikeplak kakak pustakawan*.

Sejak saat itu, aku hampir tiap hari ngadem di perpustakaan. Nyusun rak fiksi favoritku. Minjam buku sampai kartu peminjaman ku ganti tiga kali. Dan berhasil melihat isi rak buku rahasia tempat menyimpan buku-buku baru saat bantu-bantu kakak pustakawan.

Yang membuatku ngiler abis adalah ada koleksi Trio Detektif yang masih bening di sana. Haduh, padahal yang ada di rak peminjaman kucelnya sudah minta ampun.

Baru-baru ini aku kembali ke SMP untuk menghadiri acara kelulusan adik. Sudah rahasia umum aku payah dalam pelajaran Non-MIPA. Benar saja, saat cium tangan bapak ibu guru, yang masih ingat sama aku cuma guru-guru MIPA. Dan satu-satunya staff non-mipa yang ingat aku adalah….kakak pustakawan. Horeee. Ternyata kakaknya masih ingat sama aku, manggil nama pula. Padahal aku tidak tahu nama beliau *ditimpuk kamus*.

Hehehe, maaf kakak, aku kan orangnya kuper dan ga pede-an. Kalau ke perpustakaan mah paling senyum-senyum saja sama kakaknya, ga pernah ngobrol. Habis baca, ngadem, nyusun rak fiksi, minjam buku, trus ngelonyor deh pergi ╮(^▽^)╭

Perpustakaan SMAN 1 Amuntai (2004-2007)

Perpustakaan SMA-ku rada sedikit angker. Di depannya ada pohon besar. Bikin sejuk sih, tapi agak gelap. Ruangannya besar dan koleksi buku sasta Indonesianya bikin ngiler. Nilai plusnya aku suka tipe perpustakaan seperti ini. Dan lagi kakak pustakawannya sangat ramah (iya kakak lagi, jadi pustakawan sepertinya bikin awet muda). Sayang aku juga tidak tahu siapa namanya. Waktu SMA aku masih kuper sih, hohoho.

Pernah waktu Masa Orientasi Siswa, aku “ngejar” tanda tangan kakak ketua OSIS yang gosipnya sembunyi di perpustakaan. Sampai di perpustakaan, bukannya nyari kakak ketua, aku malah asik liat koleksi buku.

Saking asiknya, aku ga dengar bunyi lonceng tanda kembali ke kelas. Dan dihukumlah saya pemirsa-pemirsa. Seakan tidak kapok, besoknya aku kelamaan lagi ngadem di perpustakaan, dan telat lagi, dan dihukum lagi. Hedeh.

Perpustakaan Kampus MIPA Universitas Lambung Mangkurat (2008-2012)

Perpustakaan kampusku kecil. Meskipun begitu, aku senang ngadem di sana.

Kakak pustakawannya tampangnya galak. Tapi setelah kenal, baiknya luar biasa. Nama beliau adalah Yuyun Maghfirah. Nah, sekarang aku sudah tahu nama pustakawannya ^_^. Kak Yuyun adalah pustakawan yang berdedikasi. Beliau pernah terpilih sebagai staff teladan kampus MIPA.

Pernah ada adik tingkatku serombongan masuk ke perpustakaan. Suara mereka tidak keras sih, tapi mereka bisik-bisik dan mondar-mandir ribut diantara rak-rak. Secara teknis mereka tidak bikin ribut, tapi pokoknya perbuatan mereka itu bikin kita pengen ngomong “kalau ga mau baca atau pinjem buku mending keluar aja deh”. Secara gitu, perpustakaannya kan kecil.

Aku bertanya-tanya kapan Kak Yuyun bakalan menegur. Dan benar saja, tegurannya berkelas.

Kak Yuyun: “Dik kalian mahasiswa baru ya?

Adik tingkat: “Bukan kak, kami angkatan lama”.

Kak Yuyun: “Oh ya? Kok tidak pernah lihat? Baru pertama kali ke perpustakaan ya?

Adik tingkat: *hening* *dengan tampang malu keluar dari perpustakaan*

Hehehe, dik, jangankan kalian yang jarang ke perpustakaan. Aku yang sudah sering aja pernah pinjem buku di sana pada hari jumat. Karena waktunya pendek, aku pinjam duluan buku yang pengen ku pinjam, takutnya ga sempat karena keasyikan baca. Setelah pinjam, aku balik duduk lagi dan asyik baca-baca buku.

Saat perpustakaan tutup, aku langsung keluar sambil membawa buku yang sudah kupinjam tadi. Kontan saja ka Yuyun yang sedang duduk di meja peminjaman menatap tajam ke buku yang ada di tanganku. Mungkin beliau kira aku membawa buku tanpa ijin. Hedeh kakak, masa lupa sih kalau aku tadi sudah pinjam ^_^

Pernah juga waktu dikejar deadline laporan praktikum, aku meminjam buku referensi yang segede bantal. Niatnya sih mau pinjam seri kedua di perpustakaan kampus, eh karena buru-buru malah keambil buku seri pertama. Padahal seri pertama itu sudah kupinjam dari perpustakaan universitas.

Terpaksalah aku balik lagi ke kampus. Pengennya sih mau ngembaliin buku milik perpustakaan kampus. Eh, ternyata yang aku bawa buku milik perpustakaan universitas. Hedeh, sudah jalan kaki, salah bawa buku segede bantal pula. Penat otak, penat tangan plus penat kaki.

Tapi perpustakaan kampus juga punya momen indah. Terutama saat ada tugas praktikum bikin program. Program yang dibuat temanya bebas asal sesuai dengan materi. Nah, pastinya aku ngambil tema perpustakaan. Bebas nanya ke kakak perpustakaan yang baik hati. Aku bahkan diijinkan ngutak-ngatik program perpustakaannya.

Pernah ada tugas sederhana tentang materi percabangan di pemrograman. Saat itu tugasnya adalah bagaimana membuat program yang bisa mencek arti label buku. Itu lo tulisan di kertas kecil di punggung buku. Misalnya tulisannya F Win m, yang artinya buku tersebut adalah buku ‘fiksi’ dengan pengarang Windri Ramadhina dan judulnya diawali oleh huruf ‘m’, yaitu Memori.

Dan aku yang jadi andalan teman-teman untuk mengorek informasi dari kakak pustakawan. Saat itulah aku kenal yang namanya sistem klasifikasi desimal Dewey °◦(‾⌣‾)

Perpustakaan Cabang Universitas Lambung Mangkurat (2008-2012)

Perpustakaan ini semodel dengan perpustakaan SMA. Ada pohon besarnya yang bikin angker dan gelap. Tapi ruangannya luas. Temanku pernah bilang kalau dia takut pergi ke sana karena sepertinya tempat itu angker dan ga ada orangnya.

Hihihi padahal pustakawannya ada banyak. Ada lebih dari 4 dan semuanya cewek. Aku paling senang ada di sana. Ruangannya luas, pengunjungnya sedikit, suasananya tenang dan adem. Koleksi bukunya juga lebih banyak daripada perpustakaan kampus.

Karena ini adalah perpustakaan universitas, jadi hampir semua koleksi dari berbagai bidang ilmu ada di sini. Terutama bidang ilmu MIPA, karena Perpustakaan Cabang ini letaknya memang diantara kampus-kampus bidang ilmu MIPA.

Beda dengan Perpustakaan Pusatnya yang terletak di kampus Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin yang dikelilingi kampus-kampus ilmu sosial.

Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru (2008-2012)

Perpustakaan Kota Banjarbaru meskipun luas tapi pengunjungnya banyak. Ruangannya menurut ku terlalu terang. Kurang nyaman membaca buku di sana. Tapi enaknya internetnya gratis. Buku-bukunya update dan aku suka dengan koleksi R. L. Stinenya. Dari Goosebumps sampai Fear Street ada di sana.

Perpustakaan Kota Banjarbaru adalah instansi yang kupilih untuk kerja praktik. Aku ngotot untuk mengaplikasikan ilmu komputer ke bidang yang aku suka, yaitu buku dan “derivat”nya.

Aku masih ingat betapa gugupnya aku saat ingin menanyakan bagaimana caranya agar bisa kerja praktik di sana. Untung aku punya sahabat. Namanya Irsa Widyanti. Kemampuan sosialnya tinggi plus cantik pula. Dia mau menemaniku untuk kerja praktik di Perpustakaan Kota Banjarbaru. Dan yap, kami berhasil diterima kerja praktik di sana. Love you Irsa (‘▽’ʃƪ) ♥

 aku_dan_IrsaAku dan Irsa ^_^

Kami ditempatkan di ruangan arsip. Kerja praktik kami harus menghasilkan sebuah aplikasi untuk diajukan ke sidang kerja praktik. Dan dengan tebal muka lagi, kami memohon agar diijinkan membuatkan aplikasi untuk kantor arsip.Untung kepala kantor arsip, Pak Sartono, sangat baik hati. Beliau mengijinkan kami untuk membuatkan aplikasi kearsipan.

Dan ini tampilan aplikasinya. Bagian tampilan didesain oleh Irsa sedangkan aku yang bikin program di dalamnya. Program ini berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP. Ini tampilan awal programnya.

si_for_arsip_inaktif

Sayangnya, menurut dosen pembimbing kami, program ini terlalu sederhana (╥﹏╥) . Akhirnya dengan muka yang semakin tebal, kami memohon untuk diijinkan membuat aplikasi perpustakaan. Meskipun kami tahu kalau perpustakaan setingkat kota Banjarbaru pasti sudah punya aplikasi perpustakaan sendiri. Dan dibandingkan dengan aplikasi mereka, punya kami pasti kalah jauh deh *ngesotminder*.

Untunglah pihak perpustakaan yang baik hati mengijinkan kami membuatkan aplikasi untuk mereka. Keberuntungan kami tidak hanya sampai di situ. Kami berhasil lulus sidang kerja praktik tanpa banyak halangan gara-gara dapat dosen penguji yang juga penggemar perpustakaan. Beliau juga pengunjung rutin perpustakaan kota Banjarbaru. Fyuuhhh, beruntungnya ^_^.

Dan ini aplikasi perpustakaan hasil kerja praktik kami. Seperti biasa, masalah desain tampilan dipegang oleh Irsa dan saya yang ilmu seninya pas-pasan nge-handle masalah pemrogramannya. Bedanya kali ini kami pakai bahasa pemrograman framework PHP Code Igniter. Ini dia tampilan programnya.

si_for_lib

Eh, kok cuma tampilan login? Iya soalnya pas nge-install software web server versi terbaru, aku dengan polosnya mencentang opsi hapus semua database.

Dan semua database hasil kerja kerasku selama kuliah musnah tak berbekas. Tidak ada back up nya juga. Padahal baru beberapa waktu lalu aku mengikuti seminar dan bimtek keamanan informasi dari DepKomInfo. Di sana tidak bosan-bosannya si pembicara mengingatkan kami agar selalu mem-back up data. Haduh, aku merasa minder sebagai orang IT (╥﹏╥)

Perpustakaan Sekolah SMKN 1 Amuntai (Oktober 2012 – Februari 2013)

Aku ikut Program Pendampingan SMK yang diadakan oleh Universitas Lambung Mangkurat bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan SMK.

Sebelum terjun ke lapangan aku sudah berencana untuk membuatkan aplikasi perpustakaan lagi untuk sekolah itu. Aku membuat desain lebih dulu karena waktu programnya cuma 5 bulan sedangkan aku hanya bekerja sendiri.

Berikut desain aplikasi perpustakaan yang kubuat untuk SMKN 1 Amuntai:

si_for_smk

Pembuatan aplikasi ini berhenti di tengah jalan. Saat terjun ke lapangan, kakak pustawakannya minta carikan dan settingkan program perpustakaan SLiMS.  Nah, program ini bikin aku ngesot minder lagi (╥﹏╥) .

Alih-alih membuat program sendiri, aku bantu cari dan settingkan program SLiMS. Dan karena aku memang datang sebagai tenaga bantu guru komputer, jadinya aku lebih sering ngadem di laboratorium komputer daripada di perpustakaan.

Sayangnya perpustakaan ini letaknya satu tingkat di atas laboratorium komputer. Jaraknya jauh pula. Jadi kadang ga sempat ngunjungin perpustakaan. Padahal perpustakaannya nyaman dan adem.

pustakawan_smkn1_amuntaiIni dia kakak-kakak pustakawan SMKN 1 Amuntai yang baik hati ^_^

Perpustakaan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Agustus 2011 – sekarang)

Seharusnya setelah melaksanakan kuliah kerja nyata di desa, perkuliahan libur. Tapi aku yang berencana lulus di semester berikutnya bertahan di kampus dan mulai mengajukan proposal untuk tugas akhir.

Tentu saja tema yang kupilih adalah perpustakaan. Kali ini perpustakaan yang menjadi sasaran untuk ku “ganggu” adalah Perpustakaan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Aku membuat program untuk penentuan calon anggota teladan. Programnya tampilannya sederhana. Tapi program di dalamnya memakai algoritma yang ribet. Dengan program inilah aku berhasil lulus dari kampus ξ\(ˇ▼ˇ)/ξ

spk_for_lib

Yak, cuma tampilan loginnya lagi. Database skripsiku yang berharga juga ikut ludes gara-gara masalah web server di atas (╥﹏╥)

Sebetulnya program Raja dan Ratu Baca ini adalah nama kegiatan pemilihan anggota teladan di Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru. Perpustakaan Banjarbarulah yang awalnya ku pilih untuk menjadi target pengambilan data.

Tapi karena aku tidak punya nyali lagi untuk mengganggu para pustakawan di sana, secara aku sudah terlalu cerewet waktu kerja praktik dulu. Akhirnya aku memutuskan untuk membuatkan aplikasi penentuan calon anggota untuk Perpustakaan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Perpustakaan HSU juga punya kegiatan penentuan anggota teladan tapi tidak terlaksana karena ribetnya menentukan calon dari sekian banyak data.

Aku menyarankan agar nama kegiatannya juga unik seperti punya Perpustakaan Kota Banjarbaru. Sekalian biar unik juga di nama aplikasi di laporan skripsiku. Tapi karena waktunya mepet, jadilah untuk sementara kami pinjem nama kegiatannya ^_^

Sukses membuat aplikasi untuk penentuan calon anggota teladan, aku meneruskan bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai volunteer. Aku membantu perpustakaan dalam bidang ilmu yang kupelajari di bidang computer science. Memasang jaringan, memeriksa server yang down, dan masalah-masalah seputar komputer lainnya.

Paling banyak aku jadi tempat konsultasi para pengunjung dan staff tentang masalah di komputer mereka. Kalau tidak ada kerjaan, aku menemani kakak yang bertugas di meja pelayanan.

Diujung masa kerjaku sebagai volunteer, perhatianku tertuju pada ruang akuisisi. Di sana kakak-kakanya bilang mereka kesulitan memilih mau membeli buku yang mana karena penerbit tidak memberikan review dan rating untuk buku-buku yang mereka tawarkan. Aku penasaran apakah sudah ada sosial media yang menjadi tempat berkumpul para pecinta buku. Dari sinilah awal mula aku mengenal Goodreads.

Sekarang pun aku masih sering berkunjung ke Perpustakaan Daerah. Meskipun sebagai pengunjung tapi aku masih sering “mengganggu” para pustakawan di sana untuk mencari “masalah” yang mungkin bisa ku pecahkan dan menambah daftar portofolioku di bidang perpustakaan, yang rencananya mau ku masukkan untuk aplikasi beasiswa.

The last but not least…

Sayangnya aku tidak bisa menampilkan semua foto perpustakaan-perpustakaan di atas. Seperti yang aku bilang, waktu SMP dan SMA aku cupu dan kuper.

Eh, nggak ding, sampai sekarang pun aku masih cupu dan kuper. Rasanya malu malu gimana gitu foto-foto di perpustakaan, hehehe. Bahkan saat kerja praktik pun foto dokumentasi kami cuma sedikit. Alasannya kami kan ngoding, yah kalau ngoding kan fotonya ya itu-itu doang.

By the way, aku iri dengan orang-orang yang bisa bekerja di perpustakaan. Tapi aku tidak bisa menjadi pustakawan. Bukan karena tidak ingin, tapi karena sejak dulu aku lemah di ilmu Non-MIPA. Sebut saja ilmu linguistik, sosial, seni dan kepustakaan juga.

Katakanlah aku lebih suka mengerjakan soal kalkulus, menyelesaikan persamaan kimia, dan berkutat dengan bahasa pemrograman daripada menggambar, membikin cerpen atau menentukan klasifikasi Desimal Dewey ╮(^▽^)╭

Tapi aku masih berharap agar bisa bekerja di perpustakaan. Memberikan apa yang aku bisa sesuai dengan bidang keahlianku dan berteman dengan para pustakawan. Menurutku perpustakaan adalah the best work place ever (‘▽’ʃƪ) ♥

Lastly, semoga perpustakaan di Indonesia bisa punya banyak koleksi, terus update, canggih, banyak pengunjungnya, dan yang paling penting punya pustawakan yang berdedikasi seperti Mbak Yuyun dan Luckty *MemujiSupayaMenangGiveawayHohoho* (‾▽‾)

So, Selamat Hari Kunjung Perpustakaan yaaa! Artikel ini dibuat untuk even Library Giveaway yang diadakan oleh blog Luckty si Pustakawin.

Click the picture below to see more information about this giveaway. Wish me luck and see yaa (≧^◡^≦)

Library Giveaway by Luckty

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

4 thoughts on “LIBRARY GIVEAWAY: AKU DAN PERPUSTAKAAN

  1. kebetulan bgt kak, Perpustakaan Daerah
    Kota Banjarbaru itu tempat pelarian(?) aku sama temenku kalau lg dpt tugas kuliah yg bahannya rada sulit dicari, apalagi kalau pake embel embel lbh dr brp buku gitu.,biasanya lari kesana..hehe..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s