Posted in Books, Dystopia, Fantasy, Gramedia Pustaka Utama, Neal Shusterman, Science Fiction

UNWIND REVIEW

unwind

Title: Unwind – Pemisahan Raga | Author: Neal Shusterman | Genre:  Fantasy – Dystopia – Science Fiction| Edition language: Indonesian | Translator: Mery Riansyah | Publisher: Gramedia Pustaka Utama | Edition: First edition, Agustus 2013 | Status: Owned book | Price: Rp79.500,- | Purchase location: Gramedia Duta Mall Banjarmasin | Date purchased: 24 August 2014 | My rating: 4 of 5 stars

***

Unwind…

Tahu buku ini dari Wishful Wednesday-nya Bzee @ Bacaan B.zee. Jadi penasaran. Sempat baca sinopsisnya sekilas. Tidak terlalu menarik. Tapi covernya sudah nempel di kepala sehingga pas pergi ke toko buku, tanpa banyak mikir, bukunya langsung dibeli.

Sejak membaca seri The Hunger Games by Suzanne Collins, saya jadi tahu cerita bergenre distopia. Cerita dimana dunia berubah menjadi sebuah mimpi buruk. Dimana ide-ide sinting bermunculan untuk mengatur masyarakat. Dan ide-ide tersebut dianggap legal dan sah. Bahkan didukung tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga oleh norma masyarakat dan bahkan oleh agama (yang disalahpahami).

Ide sinting yang ada di Unwind adalah tentang bagaimana tubuh seorang manusia boleh dipisah-pisah. Bagian-bagian tubuh tersebut legal untuk dijual ke orang yang membutuhkan. Selama proses pemisahan, si Unwind dibiarkan tetap sadar tapi tidak merasakan sakit sampai semua bagian tubuhnya sukses terpisah.

Jadi dunia kedokteran berubah. Alih-alih repot menyembuhkan sakit jantung dengan cara pengobatan biasa, para dokter sekarang tinggal mengganti jantung rusak tersebut dengan jantung baru yang tadinya milik Unwind. Atau kalau kaki kita patah, kita tinggal membeli kaki milik Unwind dan kita akan punya kaki baru tanpa susah payah menunggu kaki patah tersebut memperbaiki dirinya kembali.

Biasanya para Unwind ini berasal dari anak-anak pembuat onar, dimana orang tua mereka sendiri-lah yang mengirimkan mereka ke kamp akumulasi. Tempat dimana proses pemisahan raga dilaksanakan. Ada yang berasal dari anak panti asuhan yang harus “disingkirkan” karena panti asuhan melebihi kapasitas. Ada juga gara-gara dijadikan korban persembahan dengan dalih agama.

Connor, Risa dan Lev adalah contoh dari ketiga anak malang di atas. Connor yang mengetahui kalau orang tuanya mengirimnya untuk dijadikan Unwind melarikan diri dari rumah. Di tengah jalan, Connor mengakibatkan kekacauan dan membuat mobil yang mengantarkan Lev sebagai persembahan selip. Sekali lihat, Connor tahu kalau Lev adalah  persembahan. Connor menyelamatkan Lev dengan menyanderanya. Saat Connor berusaha menyeret Lev, mereka hampir tertabrak bus yang membawa Risa dan anak-anak panti asuhan lain ke kamp akumulasi. Bus tersebut mengalami kecelakaan dan Risa melarikan diri.

Kejadian itu menyatukan ketiga anak ini. Mereka pun menjadi anak Unwind pelarian. Namun, pelarian mereka tidak mudah. Sebelum umur 18 tahun, para polisi khusus Unwind akan selalu mengejar. Sanggupkah ketiga anak ini bertahan? Ketika mereka terus terpisahkan dan berkumpul kembali. Ketika akhir pelarian panjang mereka ternyata adalah di kamp akumulasi sendiri. Dimana salah satu dari mereka akhirnya dijadwalkan menjalani pemisahan raga beberapa menit lagi.

***

Cerita di buku ini diawali dengan biasa-biasa saja namun diakhiri dengan bagus. Bagian awalnya kurang menarik, mulai membosankan, namun makin ke akhir makin “you just can’t put it down”.

Seperti cerita distopia lainnya, ide tidak masuk akal tentang pemisahan raga ini berasal dari perang. Ide yang mulanya hanya dianggap lelucoan yang tidak serius, namun dunia yang menggila menggapnya sebagai solusi cemerlang.

At last, hati-hatilah saat membaca buku ini. Ada bagian dimana proses Unwind digambarkan dari sudut pandang si anak Unwind. Membuat ngeri dan tidak nyaman.

Dan gara-gara membaca bagian ini, sudut pandang saya saat melihat cover-nya berubah. Dari awalnya biasa saja jadi sakit perut melihat alat bedah dan bagian tubuh yang terpisah.

Jadi, selamat menikmati (dan merasakan) cerita tentang pemisahan tubuh. Dan karena menurut saya bagian menuju ending-nya berhasil membuat saya wide open, maka saya memberi 4 bintang dari 5 bintang. I really liked it.

P.S. Review ini diikutkan dalam even  New Authors RC

New Authors RC by Ren's Little Corner

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

4 thoughts on “UNWIND REVIEW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s