Posted in Aoyama Gosho, Books, Comic, Elex Media Komputindo

DETEKTIF CONAN #72 REVIEW

Detektif_Conan_72Title: Detektif Conan  72 | Author: Gosho Aoyama | Edition language: Indonesian | Publisher: Elex Media Komputindo | Published: March, 2013 |Status: Owned Book | Date purchased: 24 August 2013 | Purchase location: Gramedia Duta Mall Banjarmasin | Price: Rp20.000,- (Disc 20%) | My rating: 5 of 5 stars

***

Lanjutan kasus syair aneh yang ada di London. Kerjasama antara Conan dan sang ratu lapangan rumput membuahkan hasil. Si pelaku akhirnya tertangkap dengan beberapa benjolan akibat bola tenis. Kasus ditutup dengan kisah cinta yang manis. Baik bagi ratu lapangan tenis maupun Ran. Karena Shinichi akhirnya mengatakan ‘sesuatu’ kepada Ran tentang hubungan mereka (‘▽’ʃƪ) ♥

Di kasus kedua, Conan dan kawan-kawan bermain-main di gedung tua. Tiba-tiba Genta mendengar kode minta tolong. Tahulah mereka kalau ada yang disekap di gedung itu. Namun, penjahat kali ini lumayan gesit. Conan dan Ai tertangkap. Dengan bantuan kode pemadam kebakaran Tokyo, mereka berhasil berkomunikasi untuk mengalahkan penjahat tersebut.

Kasus ketiga. Detektif Kogoro, Ran, Conan dan Sonoko menghadiri acara reuni di Universitas Beika. Di sana ada pertunjukan rumah hantu. Seorang mahasiswi yang berperan sebagai pasien sekarat terbunuh di depan mata Ran, Conan dan Sonoko. Trik yang digunakan untuk menakuti-nakuti pengunjung malah digunakan oleh pembunuh untuk membunuh mahasiswi tersebut.

Di kasus keempat, grup detektif cilik minus Conan dibuat ragu dengan perkataan seorang anak kecil yang minta tolong. Hasil penyelidikan mereka membuktikan bahwa anak tersebut terkenal sebagai anak yang iseng dan tukang bohong. Namun Conan yang sedang terbaring di tempat tidurnya meyakinkan grup detektif cilik bahwa apa yang dikatakan anak itu benar. Grup detektif cilik pun nekat mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan mereka pun terjebak di rumah penjahat kejam yang tidak segan membunuh anak-anak.

Volume ini ditutup dengan bagian awal dari kasus kelima tentang seorang nyonya yang sangat tepat waktu. Dan ternyata, tepat waktu secara berlebihan juga tidak bagus. Apalagi bagi nyonya yang tinggi hati tersebut. Ada yang dendam dengan nyonya itu. Dihari ulang tahunnya, sang nyonya terbunuh. Dengan pedang tak berwujud, seperti yang telah disampaikan oleh si pembunuh lewat surat ancaman.

***

Haaah, manis sekali. Pantas di volume sebelumnya Ran menolak bertemu dengan Shinichi.

Ada pengetahuan baru tentang kode yang digunakan oleh pemadam kebakaran di Tokyo. Kode tersebut digunakan oleh grup detektif cilik untuk menyelamatkan seseorang yang ternyata eh ternyata adalah seseorang yang sangat mereka kenal.

Kasus terakhir belum terpecahkan. Tidak terlalu ngegantung sih. Bisa ditebak alat apa yang digunakan si pembunuh untuk membantu triknya. Hayuk dicek di volume berikutnya (˘▿˘)ง

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s