Posted in Books, Gema Insani Press, Genre, Historical Fiction, Publisher, Sinta Yudisia

THE LOST PRINCE REVIEW

The Lost Prince by Sinta YudisiaTitle: The Lost Prince | Author: Sinta YudisiaPublisher: Gema Insani Press, 1st edition, February 2007 | Page: 257 pages | Status: Owned book | Date purchased: 15 September 2007 | Price: Rp39.900,- | Purchase location: Toko Sumber Amuntai | My rating: 3 of 5 stars

***

Pangeran pertama mengubah namanya menjadi Baruji. Dia dan pelayannya, Almamuchi, hidup tenang sebagai orang biasa di Pesantren Baabussalaam. Meskipun sebagian besar orang bersikap dingin terhadap mereka. Terlebih karena Salim, sebagai pimpinan pondok tampak sangat melindungi mereka berdua. Meskipun  jelas-jelas keduanya adalah orang Mongolia.

Tanpa sepengetahuan Baruji, Salim dan Khoja Amir diam-diam menyiapkan rencana untuk merebut takhta dari pangeran kedua, Kaisar Arghun, yang gemar berperang.

Khoja Amir pun diutus untuk memberitahukan kabar kepada para pejuang muslim tua. Namun, setelah sekian lama, beliau  belum juga kembali. Salim yang khawatir segera menggantikan Khoja Amir dan memberi tahu teman-temannya, para pejuang muslim muda, tentang rencana mereka.

Sementara Salim pergi, Baruji dan Almamuchi bertengkar. Almamuchi memutuskan untuk kabur dan kembali ke klan nya. Karadiza yang diamanahi oleh Salim untuk menjaga kedua orang Mongolia tersebut berhasil menyusul Almamuchi. Belum berhasil Karadiza membawa pulang Almamuchi, mereka berdua malah mendapat masalah dari para perampok.

Sementara itu, Baruji marah besar kepada Salim karena tidak memberitahunya tentang rencana tersebut. Baruji merasa dirinya masih belum siap. Dia malah merasa bahwa dia bukan lagi seorang pangeran.

Namun, pertengkaran mereka harus ditunda karena Karadiza dan Almamuchi sudah pergi terlalu lama. Mereka berdua sepakat mencari kedua gadis itu walaupun pertemuan mereka sama sekali tidak menemukan hasil.

Sementara itu di Mongolia, Kaisar Arghun semakin menjadi-jadi. Penaklukan-penaklukan terus dilakukan. Kaum musilimin diusir dari pemerintahan. Hingga akhirnya Kaisar memutuskan untuk menaklukan Jerusalem.

Akhirnya, mau tidak mau Salim dan Baruji harus berusaha lebih keras untuk mewujudkan janji yang pernah dibuat oleh kedua ayah mereka.

 ***

Buku lanjutan dari novel Sebuah Janji. Berlatarkan sejarah perseteruan antara imperium Mongolia dengan kaum muslimin. Perseteruan tersebut memberi harapan damai ketika Kaisar Tuqluq Timur Khan bertemu Syekh Jamaluddin.

Kaisar berjanji untuk memeluk Islam setelah dia berhasil menyatukan imperium Mongolia yang tercerai berai pasca meninggalnya Jengiz Khan. Namun, sebelum dia berhasil memenuhi janjinya, sang Kaisar terbunuh dan Syekh Jamaluddin meninggal dunia.  Untungnya janji tersebut sudah diwariskan kepada putera pilihan mereka masing-masing.

Novelnya seru. Suasana Mongolia dan kekhalifahan muslimnya terasa nyata. Serasa kembali  ke masa lalu. Meskipun sedikit dibingungkan dengan banyaknya tokoh, nama-nama aneh dan banyaknya nama samaran yang dipakai tokoh-tokohnya. But, I liked it. So, 3 dari 5 bintang untuk The Lost Prince (‘▽’ʃƪ) ♥

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

4 thoughts on “THE LOST PRINCE REVIEW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s