Posted in Books, Fantasy, Gramedia Pustaka Utama, J. K. Rowling

HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS REVIEW

Harry Potter and The Half-Blood Prince by J. K. RowlingTitle: Harry Potter and The Deathly Hallows — Harry Potter dan Relikui Kematian | Author: J. K. Rowling | Edition language: Indonesian | Publisher: Gramedia Pustaka Utama | Edition: 1st Edition, Jakarta, Januari 2008 | Pages:999 pages | Status: Owned book | My rating: 5 of 5 stars

***

Harry hampir 17 tahun. Mantra perlindungan yang diberikan ibunya di rumah bibinya hampir punah. Saatnya meninggalkan Privet Drive. Selamanya.

Rencananya Harry akan dipindahkan lebih awal untuk mengecoh Pangeran Kegelapan. Sayangnya, rencana itu tidak sepenuhnya berhasil. Baru saja Harry dan anggota Orde berangkat, mereka sudah dikepung oleh lusinan pelahap maut. Termasuk Pangeran Kegelapan sendiri.

Untunglah Harry berhasil lolos dan mencapai tempat perlindungan dengan selamat. Walaupun ada yang terluka dan tidak semua dari teman-temannya dapat kembali hidup-hidup.

Harry yang merasa bersalah ingin cepat-cepat meninggalkan tempat perlindungannya. Namun, dia terpaksa menunggu. Setidaknya sampai pernikahan Bill dan Fleur.

Tapi ditengah pesta, datang peringatan dari Kingsley bahwa pasukan Pangeran Kegelapan berhasil mengambil alih kementerian. Para pelahap maut mengacau pesta. Dan ditengah huru-hara, Harry, Ron dan Hermione berhasil kabur.

Maka perburuan Horcrux pun dimulai. Hanya dengan sedikit petunjuk, banyak menebak dan keberuntungan. Harry dan teman-temannya memburu cabikan jiwa Pangeran Kegelapan.

Ditengah pencarian, pikiran Harry bercabang antara menemukan Horcrux atau The Deathly Hallows. The Deathly Hallows sendiri adalah tiga benda yang dipercaya dapat mengalahkan kematian. Petunjuk samar yang ditinggalkan oleh Dumbledore entah apa maksudnya.

Pencarian mereka berujung di Hogwarts di mana salah satu Horcrux tersimpan. Pangeran Kegelapan yang sudah mengetahui bahwa Horcruxnya yang lain sudah dihancurkan sangat marah. Dan pertempuran di Hogwarts pun tak bisa dihindarkan.

Ditengah pertempuran, Harry akhirnya menemukan kebenaran yang memilukan dari Snape. Harry bertekad mengakhiri pertempuran dengan Voldemort, meskipun dia sendiri harus mengerahkan segala keberaniannya untuk menghadapi kematian.

***

Merasa kehilangan Hogwarts dan pelajaran-pelajarannya di sini. Gara-gara Harry tidak kembali di tahun terakhirnya di sana. Namun, untunglah, pencarian Harry berujung di Hogwarts dan pertempuran terbesar dan terakhir terjadi di sana.

Rasanya sedih petualangan Harry sudah berakhir. Tapi untunglah Harry, Ron dan Hermione, bahkan Malfoy masih diijinkan hidup sampai setidaknya sembilan belas tahun kemudian.

Buku terakhir ini jelas yang paling bikin galau. Galau karena kisah Harry sudah berakhir, galau soal Snape (╥﹏╥) bahkan galau soal keluarga Dursley dan soal Pangeran Kegelapan yang kepintaran dan kehebatannya sia-sia.

Dulu pas pertama kali selesai baca buku ke tujuh ini masih ada yang ditunggu-tunggu tentang Harry, yaitu filmnya. Tapi setelah nonton filmnya yang terakhir, keluar dari bioskop rasanya benar-benar lesu. Fakta kalau petualangan Harry benar-benah sudah selesai terasa menyedihkan. Secara saya sudah terbiasa menunggu-nunggu Harry selama bertahun-tahun, baik buku ataupun filmnya.

Tapi sudahlah, toh saya masih bisa membaca ulang buku-bukunya dan menonton film-filmnya lagi (˘▿˘)ง

And Happy Birthday buat Harry dan J. K. Rowling. Thank you for….everything (‘▽’ʃƪ) ♥

Dan selalu 5 dari 5 bintang untuk Harry Potter. Buku ini akan tetap selalu amazing. Always.

***

Hotter Potter

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s