Posted in Books, Haru, Kim Eun Jeong, Romance

SO, I MARRIED THE ANTI-FAN REVIEW

So, I married the Anti-Fan

Title: So, I Married the Anti-Fan | Author: Kim Eun Jeong | | Edition language: Indonesian | Translator: Putu Pramania Adnyana | Publisher: Penerbit Haru| Page: 540 pages | Edition: 3rd edition, September 2012 | Status: Owned book |  My rating: 3 of 5 stars

***

Geun Yong yang seorang wartawan terlibat masalah dengan Hu Joon, seorang aktor Korea terpopuler saat ini. Akibatnya, Geun Yong dipecat dari pekerjaannya.
Tidak terima, Geun Yong melancarkan aksi protes kepada Hu Joon. Tanpa disangka, aksinya mendapat perhatian media dan dia resmi dinyatakan sebagai sebagai anti-fan  Hu Joon.
Masalah ini memberikan ide kepada Program Direktur Han untuk membuat acara variety show “So, I Married the Anti-Fan”. Idenya adalah agar aktor dan anti-fannya dapat melakukan kegiatan bersama. Disini, si anti-fan berperan sebagai manajer si artis.
Karena sedang kesulitan keuangan akibat dipecat, Geun Yong terpaksa menerima tawaran dari PD Han untuk berperan sebagai si anti-fan. Jadilah akhirnya Geun Yong harus menahan diri untuk melewatkan waktunya bersama aktor yang dibencinya dan bertekad untuk membongkar topeng palsu yang selama ini dia anggap dipakai oleh Hu Joon di depan para fan fanatiknya.
Namun, karena sering melewatkan waktu bersama. Geun Yong akhirnya menemukan alasan dibalik sikap dingin dan menyebalkan Hu Joon.
Bagaimana akhir hubungan mereka? Apakah Geun Yong berhasil membongkar sifat asli Hu Joon? Sementara dia harus menghadapi tekanan dari fan fanatik Hu Joon yang sebegitu banyak jumlahnya.

***

Berasa banget dramanya. Seperti menonton drama Korea lewat tulisan. Eh, tapi maksud novel ini memang begitu kan ya.

Ceritanya panjang banget, ga seru-seru amat sih, tapi lucu dan anehnya pengennya mau baca terus.

Tingkah Geun Yong yang konyol dan sifat Hu Joon yang dingin, angkuh dan kadang usil serta sikap permusuhan mereka menjadikan buku ini menarik untuk dibaca.

Cerita tentang artis dan orang biasa, adegan-adegan lucu serta cinta segiempat di kisah ini mengingatkan saya dengan drama Korea Full House.

Ada beberapa ungkapan yang membuat saya sedikit terganggu karena terasa cukup kasar. Dan saya sempat pusing dengan nama-nama Koreanya. Mungkin belum terbisa saja.

Ada satu quote yang saya suka dari buku ini:

 

“Seperti dalam perang, kalau kita berpikir akan mati, maka kita akan mati. Namun, kalau kita yakin dapat terbang, pasti kita juga dapat bertahan hidup. Karena bisa saja tiba-tiba muncul sayap di punggung kita. Siapa tahu.”

Ah, memotivasi sekali.  Lastly, selamat menikmati drama Korea dalam bentuk buku. Dan karena ceritanya lumayan lucu, maka saya memberi 3 dari 5 bintang untuk buku ini. I liked it.

P.S. Review ini diikutkan dalam even  New Authors RC

New Authors RC by Ren's Little Corner

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s