Posted in Author, Books, Fantasy, Genre, Gramedia Pustaka Utama, J. K. Rowling, Publisher

HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE REVIEW

Harry Potter and The Half-Blood Prince by J. K. RowlingTitle: Harry Potter and The Half-Blood Prince — Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran | Author: J. K. Rowling | Edition language: Indonesian | Publisher: Gramedia Pustaka Utama | Edition: First Edition, Jakarta, Januari 2006 | Pages:816 pages | Status: Owned book | My rating: 5 of 5 stars

Setelah kejadian mengerikan di Kementrian, desas-desus bahwa Harry Potter adalah Sang Terpilih mulai menyebar. Sementara itu, Harry yang seperti biasa, terkurung di Privet Drive saat liburan, meragukan — namun pada saat bersamaan — sangat berharap, bahwa  Dumbledore betul-betul akan menjemputnya dari Privet Drive dan dia diijinkan menghabiskan sisa liburannya di The Burrow.

Sementara kabut kekacauan juga merambat kedunia Muggle. Dunia sihir sendiri malah lebih kacau. Banyak serangan yang terjadi. Orang-orang dikabarkan menghilang. Terkena kutukan Imperius. Digigit manusia serigala.

Di Hogwarts, Harry tiba-tiba menjadi yang paling pintar dalam pelajaran ramuan. Dia tidak sengaja mendapatkan sebuah buku milik Pangeran Berdarah Campuran, yang ternyata — coretan-coretannya lebih berguna daripada si penulis buku ramuan sendiri. Bahkan, ada beberapa coretan di luar pelajaran ramuan — yang tampaknya menarik untuk dicoba.

Harry yang juga diangkat sebagai kapten Quitdditch mulai direpotkan dengan banyaknya peminat yang ingin bergabung ke dalam tim Griffyndor. Gangguan datang dari seorang anak menyebalkan yang memperebutkan posisi Keeper dengan Ron, yang penyakit demam lapangan nya masih sama parahnya dengan sebelumnya.

Dumbledore mulai memberi Harry pelajaran privat untuk mempersiapkannya menghadapi Voldemort. Seakan belum cukup disibukkan dengan semua itu, Harry juga terobsesi dengan apa yang dilakukan Malfoy sejak dia tidak sengaja melihat Malfoy diam-diam pergi ke Borgin and Burkes. Harry yakin Malfoy merencanakan sesuatu yang buruk atas perintah dari Voldemort sendiri. Namun tidak ada yang menganggap serius kecurigaan Harry. Sampai akhirnya, Harry terbukti benar dan sesuatu yang benar-benar buruk terjadi di Hogwarts.

***

Tahun ke-6 Harry di Hogwarts. Ceritanya semakin seru dan endingnya semakin bikin galau.

Masa lalu Pangeran Kegelapan terkuak di sini. Sayang sekali orang yang pernah jadi favorit hampir semua guru Hogwarts  itu berubah menjadi seseorang yang benar-benar jahat.

Jadi makin kagum dengan Harry. Meski masa kecilnya mengerikan, tapi dia sama sekali tidak tertarik dengan untuk menjadi nakal ataupun menjadi jahat. Salut deh sama Harry.

Jadi sedih karena ini sudah buku ke-6. Sebentar lagi petualangan bersama Harry dan dunia sihir akan berakhir (╥_╥)

Banyak pelajaran yang bisa diambil di buku ke-6 ini. Namun yang paling saya suka adalah apa yang dikatakan Profesor Dumbledore kepada Harry tentang kemurnian hati.

So, 5 dari 5 bintang. Buku ini tetap selalu amazing.

***

Hotter Potter

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s