Posted in Books, Children, Gramedia Pustaka Utama, Jacqueline Wilson

EMERALD STAR REVIEW

Emerald Star by Jacqueline Wilson

Title: Emerald Star | Author: Jacqueline Wilson|  Edition language: Indonesian | Translator: Deci Natalia | Publisher: Gramedia Pustaka Utama | Edition: 1st edition, Jakarta, April 2013 | Status: Owned book (Resensi Pilihan Winner) |  Date received: 18 May 2013 | My rating: 5 of 5 stars

***

Kisah terakhir dalam trilogi Hetty Feather

Hetty mencari akhir yang bahagia

Saya membaca penggalan sinopsis tersebut di salah satu toko buku online. Dua baris itu sudah cukup membuat saya penasaran.  Penasaran karena kisahnya katanya tentang Hetty Feather.  Kisah terakhir pula dari trilogi. Hei, Hetty Feather ternyata sebuah trilogi.

Saya suka buku Jacqueline Wilson sejak kecil. Waktu itu gara-gara membaca resensi The Cat Mummy di sebuah majalah anak-anak. Meskipun waktu itu tidak bisa memiliki bukunya, saya cukup puas hanya dengan memandang ilustrasinya.

Sekarang, saya sudah dewasa. Tapi saya masih suka membaca buku-buku beliau. Berusaha tidak melewatkan satu pun bukunya kalau sudah terbit di Indonesia.

Tetapi betapa kecewanya saya saat mengetahui saya melewatkan buku kedua dari trilogi Hetty Feather. Saya bahkan baru tahu kalau Hetty Feather ternyata sebuah trilogi saat Emerald Star sudah terbit.

Dan banyak terima kasih buat Resensi Pilihan Gramedia karena resensi saya terpilih menjadi pemenang. Hadiah yang diberikan buku Emerald Star pula. Saya nyaris melompat gembira saat membuka bungkusnya. Love you Gramedia (‘▽’ʃƪ) ♥

Dan ya ceritanya tentang Hetty Feather. Gadis kecil pemberani yang penuh dengan imajinasi. Sekarang Hetty sudah berusia 15 tahun. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Hetty sebelumnya karena belum membaca buku yang kedua (╥_╥). Namun, dari potongan informasi yang ada di buku ketiga. Atas permintaan ibunya, Hetty mencari ayahnya.

Hetty melakukan perjalanan jauh ke sebuah daerah bernama Monksby di Yorkshire. Monksby ternyata sebuah daerah di dekat pantai. Hetty mulai membayangkan ayahnya adalah seorang pelaut ulung ala bajak laut. Dan mereka berdua akan menjadi keluarga yang bahagia.

Berbekal rambut merahnya. Hetty berhasil menemukan ayahnya. Namun, kehidupan ternyata tidak berjalan sesuai dengan imajinasi Hetty. Ayahnya hanya seorang nelayan dan sudah mempunyai keluarga. Dan meskipun ayahnya sangat baik. Hetty tidak cocok dengan ibu dan saudara tirinya. Hetty juga tidak yakin dia bakalan cocok dengan Monksby. Karena seperti orang-orang Monksby bilang, dia terlalu London.

Kemudian surat Jem datang. Membawa sebuah kabar yang membuat Hetty harus pergi ke rumah orang tua asuhnya. Meskipun berat, Hetty meninggalkan ayah kandungnya dan melakukan perjalanan jauh lagi menuju Havenford. Namun, Hetty berjanji untuk kembali.

Tinggal di rumah orang tua asuhnya. Hetty merasa kembali ke rumah. Setidaknya pada akhirnya. Karena ketika pertama kali datang, saudari-saudarinya tidak mengenal Hetty. Hanya Jem yang sangat antusias dengan kedatangan Hetty.

Awalnya Hetty pikir dia bahagia kembali ke desa orang tua asuhnya. Dia bisa dekat dengan Jem selalu. Hetty juga mendapat sahabat baru yang sangat manis dan cantik. Namanya Janet Maple.

Tapi Hetty tidak suka dengan kehidupan monoton desa. Sepertinya dia belum menemukan tempat yang membuatnya betul-betul bahagia. Saat Hetty bingung, tiba-tiba dia mendengar ada yang melintasi desa. Sesuatu dari masa lalunya yang pernah dia impikan. Namun, untuk mendapatkan itu, dia harus meninggalkan ayah kandungnya dan Jem.

Yang manakah yang Hetty pilih? Apakah pilihannya dapat membuatnya bahagia?  Karena setelah semua perjuangannya selama menjadi  ‘Hetty Feather’, ‘Sapphire Battersea’ dan ‘Emerald Star’, Hetty berhak mendapatkan akhir yang bahagia.

***

Saya membaca halaman-halaman pertama buku ini dengan rasa bersalah. Bukan apa-apa sih, tapi saya memang selalu merasa begitu kalau membaca melompati urutan yang seharusnya. Saya sudah tidak sabar ingin membaca Emerald Star. Padahal Sapphire Battersea-nya punya saja belum.

Untunglah imajinasi Hetty yang lucu membuat saya tenggelam dalam kisahnya. Keberanian Hetty untuk mengambil resiko juga membuat saya was-was. Kisah Hetty berhasil membuat saya tertawa dan pengen menangis bergantian.

Tulisan di depan sampul mengatakan kalau buku ini adalah kisah terakhir dalam trilogi Hetty Feather. Akhir??? Sepertinya Bu Jackie tidak dapat meyakinkan saya. Mengingat sifat Hetty yang digambarkan dengan sangat  keras kepala dan tidak suka dengan kehidupan monoton. Rasanya petualangan Hetty tidak akan berakhir sampai di ‘situ’.

Ada banyak quote favorit di Emerald Star. Sampai saya bingung mau menulis yang mana. Tapi yang paling saya ingat karena lucu adalah ketika Hetty ditegur oleh  ayahnya:

“Oh, Hetty, aku tahu kau bermaksud baik. Kau hanya berusaha menyenangkanku. Tapi tidakkah kau bayangkan bagaimana perasaaan Katherine karena ini? Dia telah menjadi kapten rumahku seperti aku menjadi kapten perahuku. Dia tidak mau ada anak kemarin sore yang datang dan menunjukkan padanya apa yang mesti dilakukan — terlebih karena jelas kau unggul dalam menjahit. Tidak bisakah kau mencoba agak lebih bijaksana, Sayang?”

“Tapi bijaksana bukanlah sifat yang menjadi keunggulanku, Father,” kataku, sedih.

Dan waktu Hetty sedang berada di rumah Janet:

“Yah, kau hanya perlu bangun subuh pada May Day dan membasuh wajahmu dengan embun segar, lalu bercerminlah,” kata Janet dengan nada lebih ringan

“Kenapa? Apakah tiba-tiba aku akan menjadi cantik?”

“Tidak, konyol. Maksudku, konon ku akan melihat wajah cinta sejatimu berdiri di belakangmu,” katanya.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Namun yang paling membuat saya terkesan adalah perilaku yang diajarkan oleh keluarga Maple. Mereka sangat baik hati dan tahu bagaimana berperilaku baik pada orang lain. Semenyebalkan apapun orang itu — dan membuat orang tersebut sadar sendiri akan perilakunya.

The last but not least, bersiap-siaplah menghadapi kecerdasan dan kenekatan Hetty yang tidak bisa dikekang. Serta kemampuan menulis dan bicaranya yang luar biasa.

So, selamat mengikuti petualangan Hetty. Dan karena saya penggemar karya Bu Jackie, karena saya suka dengan Janet Maple, karena Hettty sangat lucu, karena saya salut dengan keberanian Hetty,  dan karena  pesan lain yang disampaikannya bagus, maka saya memberi 5 bintang dari 5 bintang untuk buku ini. It was amazing (♥o♥)

P.S. Review ini dibuat untuk event  Baca Bareng BBI kategori Sastra Eropa (≧^◡^≦)

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s