Posted in Author, Books, Cassandra Clare, Fantasy, Genre, Publisher, Romance, Ufuk

CITY OF LOST SOULS REVIEW

city of lost souls Title: City of Lost Souls

Author: Cassandra Clare

Edition language: Indonesian

Translator: Melody Violine

Publisher: Ufuk Fiction (First Published, Oktober 2012)

Price: Rp84.195,-

Purchase location: Online @ bukabuku.com

Date received: December, 24 2012

My rating: 4 of 5 stars

Publisher’s Synopsis (Ufuk Fiction)

Iblis Lilith telah dihancurkan dan Jace dibebaskan. Tapi, ketika para Pemburu Bayangan muncul, mereka hanya menemukan darah dan pecahan kaca. Jace hilang. Juga pemuda yang Clary benci: Sebastian kakaknya, yang bertekad menekuk lutut para Pemburu Bayangan. Kunci pun tidak bisa melacak keberadaan keduanya.

Namun, Jace tidak bisa berada jauh dari Clary. Ketika mereka bertemu kembali, Clary mengungkap kengerian dari sihir Lilith—Jace dan Sebastian kini saling terikat, dan Jace menjadi pelayan kejahatan. Kunci bertekad menghancurkan Sebastian, tetapi mustahil melukai salah seorang di antara kedua pemuda itu tanpa menghancurkan seorang lagi.

Clary akhirnya menantang bahaya seorang diri. Apabila kalah, dia tidak hanya akan kehilangan nyawa, tetapi juga jiwa Jace. Clary rela melakukan apa pun demi Jace, tetapi apakah dia masih bisa memercayai Jace? Atau apakah Jace telah benar-benar tak terselamatkan? Risiko apa yang terlalu berat, bahkan demi cinta?

My Review

Pasca menghilangnya Jace dan Sebastian. Clary dan teman-teman dikorek habis-habisan oleh Kunci. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain mengatakan yang sebenarnya.

Setelah melakukan pencarian selama dua minggu, tidak ada tanda-tanda keberadaan Jace dan Sebastian. Bahkan mantra pelacak Magnus pun tidak berhasil. Kunci pun mulai menggeser prioritas mereka untuk mencari Jace dan Sebastian. Namun, tidak bagi orang-orang yang menyayangi Jace. Mereka tetap melakukan pencarian dengan berbagai cara. Termasuk meminta bantuan kaum peri yang terkenal membantu dengan pamrih.

Tapi secara tidak terduga. Sebastian dan Jace menampakkan diri sendiri di kamar Clary. Jace meminta Clary untuk ikut bersamanya. Memintanya bergabung untuk menjalankan rencana Sebastian. Karena Jace percaya sepenuhnya kepada Sebastian, dan katanya, rencana Sebastian bertujuan baik.

Apakah Clary bersedia mengikuti Jace dan Sebastian ke suatu tempat yang tidak terlacak? Dan betulkah apa yang dikatakan Sebastian?  Bahwa dia tidak seperti Valentine? Bahwa apa yang dipercayai Valentine selama ini salah? Dan dia mempunyai rencana yang  jauh lebih baik daripada rencana Valentine?

Sedikit membosankan pada awalnya. Dipenuhi dengan kisah-kisah betapa besarnya cinta Clary kepada Jace. Entah kenapa ini membuat saya sedikit kesal. Padahal saya biasanya damai-damai saja dengan model cerita macam ini. Lagipula Jace juga  bukan cowok favorit saya di seri Mortal Instruments. Tapi, ya, gitu deh. Ga pa-pa lah, yang penting  endingnya bikin ga bisa napas.

Ditambah lagi saya juga sudah terbiasa dengan gaya cerita (dan atau terjemahannya) *whateverlah. Jauh sangat terbiasa daripada dua buku pertama.

Clary, seperti biasa, tetap agak kurang berguna. Tapi kali ini bisa dimaafkan karena dia  berhasil mengetahui apa rencana Sebastian yang sebenarnya … dan …  memberitahukan kepada Simon …  dalam waktu yang sangat mendesak … sehingga  Simon dan kawan-kawan kelabakan … yang untungnya … membuat ceritanya jadi seru.

Yang super duper keren di buku ini adalah Alec. Terutama pas dia memanah pemburu bayangan gelap dengan sangat bergaya, di waktu yang tepat pula. Woow…sepertinya saya mulai naksir Alec nih *haduh, kena timpuk sama Magnus.

Oh ya, satu lagi yang membuat saya suka dengan buku ini. Sebastian or Jonathan Morgenstern.  Mulai dari kehebatannya menyembunyikan diri, merahasiakan rencananya sampai sikapnya yang membuat saya berani berharap kalau dia sebenarnya baik. Well, semuanya diakhiri dengan sangat ‘manis’ oleh Sebastian. Rasanya seperti tiba-tiba dijatuhkan ke lubang padahal kamu sudah tahu kalau kamu akan jatuh ke lubang itu *eh

Dan tentu saja di buku ini ada hadiah manis bagi penggemar seri Mortal Instruments di Indonesia *cieee

Dan, eh, satu lagi deh…kalau dibuku sebelumnya ada Alec yang ngambek sama Magnus, di buku ini Magnus yang ngambek sama Alec *ya ampun ini pasangan lucu banget sih

Wokeh, 4 dari 5 bintang karena endingnya cukup memuaskan. Jadi, ga sabar nunggu lanjutannya.

And…karena buku ini ber-genre fantasi. Jadi saya masukkan saja ke daftar Fantasy Reading Challenge saya. See more information here ya.

2013 tbrr pile reading challenge

See yaa 😀

Advertisements

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s