Posted in Author, Books, Fantasy, Genre, Gramedia Pustaka Utama, Jonathan Stroud, Publisher

THE RING OF SOLOMON REVIEW

the ring of solomon coverTitle: The Ring of Solomon: Cincin Solomon

Author: Jonathan Stroud

Edition languange: Indonesian

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

First published: Jakarta, November 2012

Price: Rp70.000,-

Purchase location: Gramedia online

Date received: December, 10 2012

My rating: 5 of 5 stars

Publisher’s Synopsis (Gramedia Pustaka Utama)

Bartimaeus, sang jin luar biasa, terjebak sebagai budak di Jerusalem, di bawah kekuasaan Raja Solomon. Semua ini gara-gara cincin legendaris Solomon, yang membuat pemiliknya memiliki kekuatan tak terbatas.

Namun, dengan datangnya Asmira, gadis pembunuh yang ternyata punya banyak rencana, keadaan mulai… menarik.

Maka Bartimaeus pun berada di posisi paling berbahaya selama kariernya yang panjang dan harus mengerahkan semua kekuatan sihirnya agar bisa lolos dari situasi ini.

My Review

Bartimaeus berada di Jerusalem. Di masa pemerintahan Raja Solomon. Di masa  di mana sang  raja mengajukan lamaran kepada Ratu Balkis.

Raja Solomon dikenal sebagai penguasa yang kuat, kaya dan berkuasa. Dan itu semua berkat cincinnya. Tidak ada yang berani menolak keinginan sang raja. Kalau sang raja kesal, bisa saja dia memutar cincinnya dan entah kekuatan apa yang ada di dalam cincin itu akan keluar dan melaksanakan segala keinginan raja.

Bahkan saking legendarisnya kekuatan sang cincin, para penyihir pribadi  raja pun tidak berani melawan. Tidak tanggung-tanggung, padahal jumlah mereka ada 17.

Ratu Balkis yang menolak lamaran raja diancam bahwa kerajaannya akan diserang kalau dia tidak membayar upeti. Sang ratu pun mengirimkan pengawal terbaiknya, Asmira, untuk membunuh Raja Solomon dan mengambil cincinnya.

Ditengah perjalanannya ke Jerusalem, Asmira bertemu Bartimaeus yang saat itu berada di pihak Raja Solomon. Namun, karena  kekurangajarannya, Bartimaeus dikurung dalam sebuah botol. Asmira yang menemukan botol itu membebaskan Bartimaeus untuk kemudian mengikatnya sehingga Bartimaeus harus kembali ke bumi dan melaksanakan perintah Asmira. Yaitu membawa Asmira kehadapan Solomon agar dia bisa membunuh dan mengambil cincin sang raja.

Berhasilkah Asmira melaksanakan misinya? Ketika dia tahu kenyataan yang sebenarnya tentang raja, cincin dan penyihir-penyihirnya? Belum lagi gangguan dari Bartimaeus yang berusaha membuatnya meragukan kesetiannya kepada sang ratu.

Lucu dan menegangkan. Apalagi pasca Asmira berhasil memasuki kamar pribadi raja. Fiuuhhhh…

Bartimaeus (baca: Bartimayus) tetap narsis tiada tara. Kecerdikannya selalu menyelamatkannya di saat-saat genting. Salut deh buat Barty.

And karena happy ending, prekuel ini tidak terlalu membuat galau seperti triloginya.

Paling suka saat Barty jadi ngengat dan bersembunyi di dalam periuk Philocretes. Footnotenya bikin ngakak abis😀

FRC

Oh ya, buku ini termasuk salah satu buku yang saya baca untuk Fantasy Reading Challenge yang diadakan oleh Hobby Buku dan Ally. See more informations on 2013 TBRR Pile Fantasy Reading Challenge ya.

See you🙂

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

6 thoughts on “THE RING OF SOLOMON REVIEW

    1. Suka adegan Barty dan Faquarl? Oh ya, I can see it in your review.
      Moga ada buku Barty yang lain lagi ya…
      Toss dulu sebagai sesama penggemar Barty😀

      Like

    1. Yap, trilogynya ga nyambung sama The Ring of Solomon.

      But, strong recommended buat baca buku ketiga dari trilogynya…bagus banget, bikin galau, and membuat aku jatuh cinta sama Nathaniel *upppsss*

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s