Posted in Author, Books, Children, Genre, Gramedia Pustaka Utama, Jacqueline Wilson, Publisher

COOKIE REVIEW

CookieTitle: Cookie

Author: Jacqueline Wilson

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Published: Jakarta, Januari 2012

Status: Owned book

Purchase location: Gramedia Online

Price: IDR 40,800

Date received: December, 11 2012

My rating: 5 of 5 stars

 

Goodread’s Synopsis

Frequently berated for breaking his hyper-fussy house rules, as well as for her lack of looks, confidence and friends, Beauty lives in uneasy fear whenever Dad’s home. Her pretty, sweet mum is equally afraid of him.

Eventually, after an unbearable birthday party, amidst fears that Dad’s temper is out of control, Mum and Beauty run away. They find themselves in an idyllic seaside resort where their new-found freedom and a moment of culinary inspiration give them a hobby, an income and even a new nickname for Beauty whose dreams all come true — and she deserves it!

 

Publisher’s Synopsis (Gramedia Pustaka Utama)

Wajah Beauty Cookson biasa saja, ia juga pemalu. Karena itu teman-teman di sekolah memberinya julukan baru-Ugly, si Jelek!

Tapi ada yang lebih parah daripada ejekan itu: Dad. Suasana hati Dad gampang berubah, hal paling sepele bisa memicu amarahnya. Untung ada Mum yang sangat menyayangi Beauty dan selalu berusaha membuatnya bahagia. Mereka bahkan punya hobi baru, yaitu membuat cookie.

Makin lama, Dad sayangnya makin tak terkendali. Mampukah Beauty dan Mum terus bertahan? Ataukah ada cara lain untuk memulai hidup baru yang lebih indah?

 

My Review

Another book by Jacqueline Wilson. And I like it. I do like it😀

Menceritakan tentang seorang anak yang diberi nama Beauty. Meskipun namanya Beauty, tapi wajahnya biasa saja. Dan pintar pula. Si culun pintar lah kalau istilah kami di sekolah. Dan jelas lah dia tidak termasuk geng populer yang biasanya dihuni gadis-gadis cantik nan gaul. Dan parahnya, gadis-gadis gaul itu sangat jahat kepada Beauty.

Beauty punya seorang ibu yang sangat cantik tapi ceroboh. Dia punya ayah yang pintar tapi pemarah dan sok. Dan disinilah masalah dimulai. Karena tidak tahan dengan sikap sang ayah yang menyebalkan, Beauty dan ibunya meninggalkan rumah.

Untunglah semuanya berakhir bahagia bagi Beauty dan ibunya. Terutama bagi Beauty, karena dia mendapat kejutan yang manis diakhir cerita. Kejutan yang membuat saya ikut menangis saking bahagianya. Ckckckck…

Banyak yang diajarkan oleh buku ini. Diantaranya adalah bagaimana cara mengatasi rasa kurang percaya diri. Saya bisa merasakan bagaimana perasaan Beauty di sekolah. Bagaimana rasanya tidak populer karena kita merasa kurang cantik.

Tapi  nasib saya jauh lebih baik daripada Beauty, setidaknya teman-teman saya di sekolah tidak sejahat itu. Hanya saja,  saya tidak mempunyai sosok Mike yang bisa memupuk rasa percaya diri yang bisa membangkitkan kecantikan seseorang.  Dan tidak seperti Beauty, ketika saya akhirnya menemukan kepercayaan diri, well, saya sudah tidak jadi anak sekolah lagi.

Girls, sometime, kecantikan tidak muncul hanya karena kita kurang percaya diri untuk mengakuinya. So, let’s find something yang bisa membangkitkan kepercayaan diri kita. Maybe, kita bisa membuat cookie yang enak seperti Beauty? Or anything else?😀

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s