Posted in Author, Books, Ekky Imanjaya, Genre, Lingkar Pena, Publisher, Travel

AMSTERDAM SURPRISES REVIEW

Amsterdam SurprisesTitle: Amsterdam Surprises Eksplorasi Kaya Rasa di Negeri Kincir Angin

Author: Ekky Imanjaya

Edition language: Indonesian

Publisher: Lingkar Pena Publishing House (First published, Jakarta, September 2010)

Date purchased: December, 15 2012

Purchase location: Bazar Mizan @ RaKha Amuntai (20 November – 21 Desember 2012)

My rating: 2 of 5 stars

 

Publisher’s Review (Lingkar Pena)

Tulip, kincir angin, kanal-kanal, dan jembatan yang khas… Hanya itukah pesona negeri Belanda yang ada di dalam benak Anda?

Semua itu memang tak akan bisa dipisahkan dari negeri Belanda. Nmun sebenarnya, ada lebih banyak lagi hal menakjubkan di sana ketika kita bersedia melongok lebih dalam. Ekky Imanjaya menceritakan beragam penulusuran uniknya di negeri ini, khususnya di kota Amsterdam. Mulai dari pernak-pernik seputar sejarah dan budaya Belanda yang tak bisa dipisahkan dari negeri kita; tentang musik dan film, hingga tentang cara-cara survival dalam pergaulan lintas budaya dan agama.

Penulis juga berbagi tentang hal-hal dan tempat-tempat menarik di salah satu kota terbebas di dunia ini, termasuk tempat makan, belanja buku, museum, dan lain-lain. Amsterdam Surprises pastinya akan membuat Anda benar-benar surprised.

 

My Review

Sedang butuh bahan bakar untuk menjaga api semangat untuk melanjutkan studi master di negeri kincir angin tetap menyala.

Untunglah di bazar Mizan kemarin dapat buku ini. Harapannya terpenuhi. Apalagi dapat info tempat beli buku murah di sana. Haduh, jadi makin pengen menuntut ilmu ke sana.

Hanya saja karena penulis buku ini adalah seorang yang bergelut di bidang film studies. Jadinya pembahasan tentang film terasa terlalu detail dan bikin puyeng. Terasa sekali semangat penulisnya dalam mengkaji pembahasan tentang film ini di negeri Kincir Angin ini. Kalau kalian orang film sih pasti ikut semangat juga membacanya. Tapi kalau tidak,  jadi pusing deh karena merasa asing dengan orang-orang dan istilah-istilah yang ada di sana.

Buku ini terbagi dalam 5 episode (tuh kan pakai istilah film lagi 😀 ). Ada episode budaya, musik, agama, museum dan film.

Paling suka pembahasan tentang museum. Ternyata ada banyak museum menarik di Amsterdam. Salah satunya adalah museum yang mengadakan pameran untuk memperingati 60 tahun Palestina dijajah Israel. Berpihak pada sudut pandang Palestina yang memuat kisah-kisah manusia biasa. Museum tersebut adalah Museum Tropen.

Satu lagi yang paling berkesan adalah penulis berusaha menyampaikan pentingnya sebuah rekaman historis. Salah satunya disampaikan melalui sebuah qoute dari Luis Bunuel (salah satu tokoh di dunia perfilman) :

You have to begin to lose your memory, if only in bits and pieces. To realize that memory is what makes our lives. Live without memory is no life at all. Our memory is our coherence, our reason, our feeling, even our action. Without it, we are nothing!

So, kesimpulannya, buku ini sangat informatif. Kelewat informatif malah. Tapi menurut saya, bahasanya tidak ringan. Sulit bagi orang ‘katro’ seperti saya untuk bisa masuk ke dunia yang ada di dalamnya. Yaah walaupun sebetulnya dengan sedikit berusaha bisa saja kok 😀

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s