Posted in Aoyama Gosho, Author, Books, Comic, Elex Media Komputindo, Genre, Publisher

DETEKTIF CONAN #69 REVIEW

Detektif Conan 69 (Conan, # 69)Title: Detektif Conan 69 

Author: Aoyama Gosho

Edition language: Indonesian

Publisher: Elex Media Komputindo

Date purchased: December, 10 2012

Purchase location: Gramedia Duta Mall Banjarmasin

My rating: 4 of 5 stars

Publisher’s Synopsis (Elex Media Komputindo)

Kali ini Conan harus memecahkan kasus pembunuhan yang terjadi di daerah wisata pemandian air panas. trik apa yang digunakan si pelaku untuk melakukan pembunuhan di ruang tertutup di atas danau itu!?

Jangan lewatkan pula pembunuhan di desa tempat legenda Kappa, pembunuhan di White Day dan bagian awal kasus The Air on The G String!

My Review

White Day.

Aku ingin bilang kalau sebenarnya aku sama sekali nggak mengharapkan hadiah apa pun hari ini.

Tapi kalau dapat hadiah balasan seperti ini.

Rasanya seolah perasaan ini tersampaikan padanya.

Rasanya sangat bahagia!

Ada 4 kasus. Kutukan Kappa, pembunuhan di pemandian air panas, pembunuhan di White Day, dan kasus The Air on The G String.

Kutukan Kappa diawali dari sebuah surat dari seorang klien yang meminta Detektif Kogoro untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah atas sebuah pembunuhan. Tempat pertemuannya adalah penginapan Kora di wilayah Gunma. Namun, setelah sampai di sana, klien tersebut tidak datang. Yang ada malah pemilik penginapan tersebut tewas terbunuh. Dibuat seakan-akan ditenggelamkan ke air kotor oleh monster air Kappa. Setelah terkuak, pembunuhnya harus menerima kenyataan bahwa motifnya hanyalah sebuah prasangka.

Pembunuhan di pemandian air panas melibatkan  grup detektif cilik. Profesor Agasa mengajak mereka ke pemandian tersebut untuk memperbaiki salah satu alat temuannya yang dipesan oleh pihak pemandian air panas. Di sana mereka bertemu dengan kru film Mata Air Merah Darah.   Dan tidak disangka, penulis naskah film tersebut ditemukan meninggal di ruang tertutup. Motifnya, balas dendam.

Detektif Kogoro jadi bintang iklan coklat bersama Yoko Okino di pembunuhan White Day. Di perayaan ulang tahun perusahaan coklat tersebut, direkturnya tewas ditengah pesta karena keracunan sianida. Permasalahan dibalik pembunuhan tersebut adalah kesalahpahaman dan pembalasan dendam. Sweet nya, Ran, Eri, Miwako, Midori, Kobayashi, dan (mungkin) Sonoko dapat bingkisan White Day istimewa dari pasangan masing-masing.

The Air on The G String.  Acara berburu jamur detektif cilik jadi berantakan gara-gara mobil Profesor Agasa rusak. Sambil menunggu mobil jemputan, grup detektif cilik kehujanan dan menemukan vila untuk berteduh. Dari dalam vila mengalun musik The Air on The G String yang terdengar dimainkan oleh seorang pianis genius. Namun, tidak ada seorang pun yang memainkan piano. Grup detektif cilik pun beraksi. Belum diketahui apakah mereka berhasil atau tidak menguak misteri ini. Karena ini baru  bagian awal kasus.

Senangnya membaca detektif conan ini adalah selalu ada pengetahuan baru yang didapat dari setiap volumenya. Dari volume ini jadi tahu dengan White Day dan The Air on The G String karya Bach.

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

2 thoughts on “DETEKTIF CONAN #69 REVIEW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s