Posted in Author, Books, Fantasy, Genre, Gramedia Pustaka Utama, J. R. R. Tolkien, Publisher

THE HOBBIT REVIEW

The HobbitTitle: The Hobbit

Author: J.R.R. Tolkien

Genre: Fiction

Edition language: Indonesian

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

                     (Cetakan ketiga, Jakarta, Mei 2002)

Pages: 352 pages, 23 cm

Price: IDR 29,500 (diskon price)

Date purchased: November, 30 2012

Purchase location: Valentine Shop @ Plaza Amuntai

My rating: 4 of 5 stars

 

Publisher’s Synopsis (Gramedia Pustaka Utama)

Gara-gara Gandalf, Bilbo jadi terlibat petualangan menegangkan. Tiga belas kurcaci mendatangi rumahnya dengan mendadak, karena mengira ia seorang Pencuri berpengalaman, seperti kata Gandalf. Terpaksa ia bergabung dalam petualangan mereka: mengadakan perjalanan panjang dan berbahaya untuk mencari Smaug, naga jahat yang telah merampas harta kaum Kurcaci di masa lampau.

Dalam perjalanan, rombongannya dihadang pasuka goblin. Saat melarikan diri dari kejaran mereka, Bilbo tersesat ke gua Gollum dan menemukan Cinicin yang bisa membuatnya tidak kelihatan. Cincin ini sangat membantunya ketika menghadapi Smaug, juga dalam perang besar yang berkobar kemudian, antara kelompok Peri, Manusia, dan Kurcaci melawan pasukan goblin dan Warg.

 

My Review

Benda ini makan segalanya:

Burung, binatang, pohon, dan bunga;

Mengerat besi, menggigit baja;

Batu keras pun digilingnya’

Membunuh raja, menghancurkan kota,

Meruntuhkan gunung sampai rata.

Qoute diatas adalah salah satu teka-teki yang ditanyakan oleh Gollum kepada Bilbo saat Bilbo tersesat ke gua Gollum. Jawabannya adalah “waktu”. Dan Bilbo berhasil menjawabnya hanya karena keberuntungan. Sebab Bilbo sebenarnya ingin mengatakan “Beri aku waktu! Beri aku waktu!”. Tetapi saking paniknya dia, yang terdengar hanyalah “Waktu! Waktu!”.

Yah, bagaimana Bilbo tidak panik. Setelah secara sepihak diikutkan dalam misi perebutan kembali harta kurcaci, Bilbo harus meninggalkan liangnya yang nyaman, bertemu dengan troll yang ingin memakannya, ditangkap oleh Goblin, tersesat ke gua Gollum saat ingin melarikan diri dan harus bermain teka-teki melawan Gollum dengan nyawa sebagai taruhannya.

Dan penderitaan Bilbo belum berakhir sampai di situ. Dia masih harus melewati hutan berbahaya; melawan Smaug, naga yang telah merampok harta para kurcaci; dan melewati peperangan besar melawan goblin.

Tapi sebenarnya, Bilbo sangat beruntung. Dipilih oleh Gandalf untuk membantu para kurcaci (dengan imbalan harta yang sangat banyak kalau berhasil); melakukan perjalanan di Middle-earth yang indah; menginap di Rivendell, lembah para peri; bersahabat dengan Beorn, manusia yang bisa berubah menjadi beruang; berkawan dengan Raja Elang, dan berhasil mendapat kehormatan dari Raja Peri Hutan.

Dan yang paling berharga dari semuanya, Bilbo menemukan cincin yang bisa membuatnya menghilang. Cincin yang secara tidak sengaja dicurinya dari Gollum. Cincin yang nantinya akan jadi pemicu perang besar yang akan terjadi kemudian di Middle-earth.

Karena lebih dulu membaca The Lord of The Ring, ketika membaca The Hobbit, well, senang rasanya bisa kembali ke Middle-earth. Efek yang dihasilkannya sama, unforgettable.

Dari segi fisik, The Hobbit lebih menarik untuk dibaca. Saya suka warna hijau covernya, bukunya juga  tidak terlalu tebal dengan font yang lumayan besar (mungkin edisi large printing). Sedangkan The Lord of The Ring, covernya oke, tapi tebal buku dan fontnya membuat perjuangan awal untuk membacanya terasa berat*.

Dari segi bahasa, awalnya sulit dipahami, terlalu detil. Tetapi tidak perlu waktu lama untuk terbiasa. Dan setelah terbiasa, susah untuk berhenti. Bahkan setelah selesai, ingin membaca lagi.

Dari segi cerita. Unforgettable. Saya suka sekali dengan Middle-earth dan semua penghuninya, bahkan goblinnya juga.  Sedih rasanya ketika petualangan Bilbo dan kawan-kawan kurcacinya harus berakhir. Apalagi saat Thorin, Fili dan Kili gugur di medan perang. Tapi efeknya tidak sesedih saat Frodo dan kawan-kawan harus berpisah dan menjalani takdir masing-masing. Mungkin karena petualangan Bilbo hanya sebanyak 352 halaman. Mungkin karena ada kemungkinan bertemu Bilbo dan teman-temanya lagi di The Lord of The Ring. Sedangkan yang terjadi dengan Frodo dan kawan-kawan…haduh…sedih saya mengingatnya.

Kesimpulannya, unforgettable. 4 dari 5 bintang. Kekurangannya cuma satu, yaitu, saya perlu waktu untuk bisa tenggelam dalam ceritanya. Selain itu, sekali lagi, betul-betul unforgettable. Sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh para penggemar novel fantasi.

 

Sundries

#1

j.r.r tolkienPengarang The Hobbit, John Ronald Reul Tolkien (1892 – 1973), penulis asal Britania Raya. Pernah menjadi profesor Bahasa Anglo-Saxon di Universitas Oxford. Merupakan sahabat dari C. S. Lewis, pengarang The Chronicles of Narnia. Tolkien menulis The Hobbit (1937) dan lanjutannya The Lord of The Ring (1954-1955). Inilah salah satu alasan kenapa membaca menjadi hobi bagi saya. Karena entah bagaimana, rasanya menakjubkan sekali bisa membaca karya yang telah dibuat  ratusan tahun yang lalu. Selain The Hobbit dan The Lord of The Ring, ada banyak karya Tolkien yang lain. Salah satunya adalah The  Silmarillion. Semoga nanti juga bisa diterbitkan oleh Gramedia.

#2

the hobbitThe Hobbit juga dibuat film. Judulnya The Hobbit An Unxpected Journey.  Akan segera direlease tanggal 14 Desember 2012. Film ini disutradarai oleh Peter Jackson.Yang memerankan Bilbo adalah aktor asal Inggris, Martin Freeman. Dulu waktu menonton film The Lord of The Ring, saya betul-betul terpana. Kalau bukunya unforgettable, filmnya really amazing. Semoga film The Hobbit ini juga tidak kalah amazing nya.

#3

the hobbit gpu 2012Gramedia mencetak ulang The Hobbit dan The Lord of The Ring, dengan cover baru dan juga ada box set nya.

Jadi ingat dulu waktu saya dan kakak membuat box set buku The Lord of The Ring kami sendiri. Bagus pada awalnya. Tapi pas dimasukin bukunya, jadi hancur box nya😥

Cover barunya keren. Jadi ingin beli lagi. Tapi tidak apa-apa, cover yang lama juga tidak kalah bagus kok  *menghibur diri sendiri.

 

 

———————————————————————————————

*yang dibandingkan adalah buku The Hobbit terbitan GPU Mei 2002 dengan The Lord of The Ring terbitan GPU April 2004, April 2004, Desember 2003

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s