Posted in Author, Books, Dastan Books, Genre, Publisher, Romance, Sherrilyn Kenyon

DANCE WITH THE DEVIL REVIEW

Berdansa dengan Iblis (Dark-Hunter, #4; Were-Hunter, #2)Title: Dance With The Devil – Berdansa dengan Iblis

Author: Sherrilyn Kenyon

Edition language: Indonesian

Publisher: Dastan Books (Jakarta, September 2011)

Price: IDR 55.000

Purchase location: Dastan Online

Date received: August, 16th 2012
My rating: 3 of 5 stars

 

Publisher’s  Synopsis (St. Martin’s Paperbacks)

Zarek’s Point of View:

Dark-Hunter: A soulless guardian who stands between mankind and those who would see mankind destroyed. Yeah, right. The only part of that Code of Honor I got was eternity and solitude.

Insanity: A condition many say I suffer from after being alone for so long. But I don’t suffer from my insanity-I enjoy every minute of it.

Trust: I can’t trust anyone…not even myself. The only thing I trust in is my ability to do the wrong thing in any situation and to hurt anyone who gets in my way.

Truth: I endured a lifetime as a Roman slave, and 900 years as an exiled Dark-Hunter. Now I’m tired of enduring. I want the truth about what happened the night I was exiled-I have nothing to lose and everything to gain.

Astrid (Greek, meaning star): An exceptional woman who can see straight to the truth. Brave and strong, she is a point of light in the darkness. She touches me and I tremble. She smiles and my cold heart shatters.

Zarek: They say even the most damned man can be forgiven. I never believed that until the night Astrid opened her door to me and made this feral beast want to be human again. Made me want to love and be loved. But how can an ex-slave whose soul is owned by a Greek goddess ever dream of touching, let alone holding, a fiery star?

 

Publisher’s  Synopsis (Dastan Books)

Astrid, putri bungsu Dewi Keadilan Yunani, diutus untuk menentukan nasib seorang Dark Hunter. Selama ini, Astrid tidak pernah memberikan keputusan tidak bersalah kepada Dark-Hunter yang dinilainya, terutama setelah tugas terakhirnya yang hampir membuatnya terbunuh. Astrid juga sudah mati rasa, sehingga ia tidak ingat kapan terakhir kalinya ia menangis atau tertawa. Dan kondisi inilah yang ia alami sejak ia memutuskan untuk menjadi hakim.

Zarek of Moesia dianggap sebagai Dark Hunter yang paling berbahaya. Ia tidak mau mengikuti perintah, dianggap bengis dan sinting oleh rekan-rekannya. Sejak kecil, keberadaannya sebagai budak tidak diinginkan oleh siapa pun juga, sampai akhirnya ia dihukum mati karena kejahatan yang tidak dilakukannya. Akibatnya, Zarek memendam amarah, kepedihan, sekaligus kesedihan di dalam dirinya. Dalam benaknya, ia masih menganggap dirinya seorang budak, dan tidak pernah memercayai siapa pun, termasuk dirinya sendiri.

Sampai akhirnya Zarek bertemu dengan Astrid yang mampu mengguncang dunianya. Tanpa disadari, ia perlahan mulai membuka diri kepada wanita yang telah menerimanya dengan apa adanya itu. Di lain pihak, Astrid yang mampu menembus ke dalam hati Zarek, merasakan kepedihan Zarek dan itu membuatnya ingin membantu Dark Hunter itu dengan setulus hati. Hati Astrid yang sudah lama mati mulai merasakan berbagai emosi lagi, dan semua itu karena Zarek. Mampukah Astrid menaklukkan sekaligus menyembuhkan binatang buas yang terluka di dalam diri Zarek? Dan apakah Zarek akhirnya mampu memercayai Astrid untuk membantunya meraih kebahagiaan dan kebebasan?

 

My Review

Well…well…well…bagus sekali, seri Dark Hunter yang ini mengupas habis tentang si hero tipe bad boy (baca “Zarek”) yang berhasil mendapat simpatiku di seri sebelumnya.

Ya, seri ini menceritakan tentang Zarek of Moesia si Dark Hunter pembuat onar. Untunglah si squire Mike tidak menerima tawaran Dionysus untuk membunuh Zarek. Mekipun begitu, Zarek belum lepas dari murka Artemis.

Dan sialnya lagi, Zarek sama sekali tidak bekerja sama dan mendukung rencana Artemis untuk membunuh dirinya.

Untunglah ada Acheron yang mati-matian membela Zarek. Dia bersikeras agar Zarek diniliai dulu oleh Dewi Keadilan sebelum dihukum mati. Dewi Keadilan pun memerintahkan putri bungsunya, Astrid, sebagai hakim untuk menilai Zarek.
Tugas ini membuat Astrid mengenal Zarek dan mengetahui alasan kenapa Zarek sengaja membuat dirinya sendiri tidak disukai. Tanpa sadar Astrid pun jatuh cinta pada Zarek.

Kepedulian Astrid membuat Zarek tersentuh dan membuka diri kepada Astrid. Setelah sekian lama, baik sebagai manusia maupunDark Hunter, Zarek akhirnya menemukan orang yang mencintai dan dicintainya.

So far, this is my favouriteDark Hunter series. Covernya cool, Zareknya cool, dan senang mengetahui bahwa pada akhirnya Zarek berhasil mendapatkan belahan jiwa berupa seorang Dewi. Good job  buat Acheron yang mati-matian membela Zarek. Senang deh kalo punya bos yang perhatian kaya gitu.

NB: Ya ampun… si Simi lucu sekali. Semakin suka sama Acheron. Selain baik hati, punya kekuatan hebat, trus punya Simi lagi, penjaga berupa iblis berwujud naga yang manja nya kaya anak balita. Jadi pengen punya Simi juga ^-^

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s