Posted in Author, Books, Genre, Mohamad Zaka Al Farisi, MQ Gress, Publisher, Self Help

LIKE FATHER LIKE SON REVIEW

  Title: Like Father Like Son

Author: Mohamad Zaka Al Farisi

Publisher: MQ Gress

My rating: 3 of 5 stars

 

 

Publisher’s Review (MQ Gress)

“Tahun berapa Tuhan Anda dilahirkan?” tanya ilmuwan kafir.

“Allah tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan,” jawab Abu Hanifah.

“Hmm, masuk akal jika dikatakan Allah tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan. Lalu pada tahung berapa Dia ada?”

“Dia ada sebelum segala sesuatu ada, “tegas Abu Hanifah.

“Bisa berikan contoh konkret mengenai hal ini?”

“Anda tahu tentang perhitungan?” Abu Hanifah balik bertanya.

“Iya, saya tahu.”

“Angka berapa sebelum angka satu?”

“Tidak ada, ” jawab ilmuwan kafir.

“Tidak ada angka lain yang mendahului angka sat. Lalu, mengapa Anda bingung bahwa sebelum Allah itu tidak ada sesuatu pun yang mendahulu-Nya? (Debat Abu Hanifah dengan Ilmuwan Kafir).

***

Kisah-kisah yang tersaji dalam buku ini, bagaikan sebuah chicken soup islami yang dapat menghangatkan jiwa kita untuk senantiasa merenungi kehidupan dan mensyukuri betapa Maha Pemurah, Maha Pengampun, dan Maha Besar Allah SWT.

Begitu banyak kisah reliji penuh hikmah yang “bergizi” dan mencengangkan alam bawah sadar sehingga kita semakin memahami makna kehidupan. Kisah-kisah tersebut ibarat oase di sebuah kehidupan yang gersang dan penuh intrik.

Tentu tidak ada seorang pun yang tidak pernah menghadapi hambatan dan masalah dalam hidupnya. Oleh karena itu, bacaan ringan kaya hikmah kiranya dapa membuka inspirasi sekaligus men-charge qolbu sehingga kita lebih bijak menyikapi hidup.

My Review

Hadiah ulang tahun ke-21 dari teman saya, Norhayati  *baru kebaca sekarang😀

Meskipun ada keterangan kalau isinya adalah untaian kisah-kisah penuh hikmah. Tetap aj rada kaget gara-gara judulnya yang beda. Buku ini seperti buku ’30 Kisah Teladan’ lah. Hampir semua cerita di buku ini sudah pernah saya baca. Tapi yang namanya kisah-kisah penuh hikmah sih di baca berulang-ulang juga tetap aj indah.

‘Like Father Like Son’ sendiri adalah salah satu judul cerita di buku ini, namun cerita favorit saya adalah yang berjudul ‘Tak Sebaik Musa, Tak Sejahat Firaun’. Ceritanya tentang Khalifah Al Ma’mun yang kurang dicintai rakyatnya karena berbagai keputusannya yagn kurang bijak dan perilakunya yang kurang terpuji. Suatu hari, ada seorang penceramah yang mengecam Khalifah secara sinis dan kurang sopan. Khalifah pun memanggil penceramah tersebut. Khalifah bertanya kepada si penceramah, siapa yang lebih baik, Nabi Musa atau si penceramah? Si penceramah menjawab tentu saja Nabi Musa. Kemudian Khalifah bertanya, siapa yang lebih jahat, Khalifah atau Fir’aun? Si penceramah menjawab bahwa menurutnya Fir’aun lebih jahat.

Khalifah berkata bahwa dia sependapat dengan si penceramah. Semua orang tahu kekejaman Fir’aun. Bayi-bayi dibunuh, yang berani menentang sudah pasti dibunuh. Tidak hanya itu, Fira’au bahkan mengaku dirinya tuhan. Walaupun begitu, Allah menyuruh Nabi Musa supaya bertutur kata santun kepada orang sejahat Fir’aun. Khalifah meminta si penceramah untuk membacakan ayat tentang hal tersebut.

“Berbicaralah kamu kepada Fir’aun dengan kata-kata yang santun. Mudah-mudahan saja Fir’aun mau ingat dan takut,” (QS Thaha [20]: 44)

Si penceramah gugup membaca ayat tersebut sementara si Khalifah tersenyum melihat si penceramah yang salah tingkah. Kemudian Khalifah berkata bahwa kepada Fir’aun saja seperti itu, salahkah Kahlifah kalau Khalifah meminta si penceramah menegur Khalifah dengan kata-kata yang lebih santun?

Si penceramah diam. Dia sebetulnya masih ingin mengecam Khalifah dengan kata-kata yang lebih pedas. Tapi dia harus mengamalkan Al-Quran sebagai pedoman hidup sampai akhir hayat.

Akhirnya, sejak kejadian itu, si penceramah senantiasa berkhutbah dengan santun dan menyentuh. Dakwah bukan mencari kepuasan, melainkan memberikan kejelasan. Hasilnya, semakin banyak orang yang tertarik nasihat-nasihatnya. Banyak orang yang berubah dari maksiat menjadi taat, dari sesat menjadi tobat dan dari ingkar menjadi benar.

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s