Posted in Author, Books, Christopher Paolini, Fantasy, Genre, Gramedia Pustaka Utama, Publisher

BRISINGR REVIEW

Brisingr (Inheritance, #3)Title: Brisingr 

Author: Christopher Paolini

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Edition Language: Indonesia

Pages: 864 pages

Price: IDR 109.000 (Gramedia Duta Mall Banjarmasin)

My rating: 4 of 5 stars

 

Publisher’s Synopsis (Alfred A. Knopf)

OATHS SWORN . . . loyalties tested . . . forces collide.

Following the colossal battle against the Empire’s warriors on the Burning Plains, Eragon and his dragon, Saphira, have narrowly escaped with their lives. Still there is more at hand for the Rider and his dragon, as Eragon finds himself bound by a tangle of promises he may not be able to keep.

First is Eragon’s oath to his cousin Roran: to help rescue Roran’s beloved, Katrina, from King Galbatorix’s clutches. But Eragon owes his loyalty to others, too. The Varden are in desperate need of his talents and strength—as are the elves and dwarves. When unrest claims the rebels and danger strikes from every corner, Eragon must make choices— choices that take him across the Empire and beyond, choices that may lead to unimagined sacrifice.

Eragon is the greatest hope to rid the land of tyranny. Can this once-simple farm boy unite the rebel forces and defeat the king?

 

Publisher’s Review (Gramedia Pustaka Utama)

Buku 3 siklus Warisan

Eragon dan naganya, Saphira, berhasil bertahan hidup setelah pertempuran kolosal melawan para prajurit Kekaisaran di Dataran Membara. Namun masih banyak yang harus dihadapi sang Penunggang dan naganya ini.

Eragon harus menyelamatkan Katrina, kekasih Roran, dari cengkeraman Raja Galbatorix, sesuai janjinya pada abangnya itu. Tetapi kaum Varden, elf, dan kurcaci pun membutuhkan sang Penunggang.

Ketika keresahan melanda para pemberontak dan bahaya mengincar dari segala arah, Eragon harus menentukan pilihan—-pilihan yang akan membawanya ke seluruh penjuru Kekaisaran, bahkan lebih. Pilihan yang bisa saja memaksanya melakukan pengorbanan tak terbayangkan.

 

My Review

Dulu, ketika selesai membaca Eragorn, Eldest sudah menanti. Siap untuk dibaca.

Dulu, ketika selesai membaca Eldest, menunggu Brisingr rasanya seperti berabad-abad. Penasaran setengah mati.

Dulu, ketika Brisingr sudah terbit, untuk menghindari rasa penasaran itu kembali, sengaja disimpan dengan rapi, nunggu sinyal kehadiran Inheritance di Indonesia.

Sekarang, Inheritance sudah terbit, tinggal nunggu kiriman. Maka, sudah waktunya membuka sampul Brisingr dan kembali bertualang bersama Eragorn dan Saphira dan tokoh favoritku, Murtagh. Hohohoho…

Brisingr diawali dengan menyelamatkan Katrina dari cengkraman Ra’zac. Eragorn, Saphira dan Roran nekat memasuki sarang Ra’zac. Di sana mereka berhasil membunuh Ra’zac. Namun sial bagi Eragorn,sebelum dibunuh, Ra’zac mengutuknya agar meninggalkan Alagaesia dan tidak pernah kembali lagi. Kutukan yang sama dengan ramalan yang dibacakan Angela si peramal.

Saat misi selesai, Eragorn memilih tinggal di sarang Ra’zac dengan alasan yang kurang meyakinkan. Meski enggan, Saphira, Roran dan Katrina meninggalkan Eragorn dan kembali ke perkemahan kaum Varden. Arya yang mendengar Eragorn belum kembali langsung pergi untuk mencarinya.

Alasan Eragorn tinggal adalah untuk mengurus Sloan, ayah Katrina, yang juga ditangkap oleh Ra’zac. Eragorn takut kalau Katrina dan Roran tahu Sloan masih hidup, mereka akan bertengkar hebat karena Sloan mengkhianati seluruh penduduk Carvahall kepada Ra’zac sehingga dia pantas dihukum mati.

Eragorn pun mengutuk Sloan untuk tinggal di negeri kaum Elf agar dia tidak pernah lagi bertemu Katrina dan membiarkan Katrina hidup dengan Roran. Sloan pun balas mengutuk Eragorn agar meninggalkan Alagaesia dan tidak pernah kembali. Kutukan yang sama lagi, rupanya setiap orang yang membenci Eragorn sepakat untuk mengucapkan kutukan yang serupa.

Ketika berhasil kembali ke perkemahan Varden bersama Arya, Eragorn dan Saphira harus menghadapi Murtagh dan naganya, Thorn, beserta ratusan prajurit Galbatorix yang kebal terhadap rasa sakit persis dihari pernikahan Roran dan Katrina. Dengan bantuan para Elf, Eragorn-Saphira berhasil memukul mundur Murtagh-Thorn.

Tugas Eragorn berikutnya adalah memastikan kaum kurcaci berada di pihak Varden. Eragorn berhasil dengan terpilihnya saudara angkat kurcacinya, Orik, sebagai raja baru untuk menggantikan Raja Kurcaci Hrotgar yang dibunuh oleh Murtagh.

Setelah mengunjungi kaum kurcaci, Eragon menemui gurunya, Oromis beserta naganya Glaedr, di kediaman para Elf. Di sana, Eragorn menemukan kenyataan bahwa dia dan Murtagh hanyalah saudara tiri. Eragorn bukan anak Morzan. Ayah Eragorn adalah Brom. Eragorn juga mengetahui bahwa sumber kekuatan Galbatorix berasal dari jantung dari jantungnya naga yang disebut Eldunari. Satu Eldunari saja memiliki kekuatan yang besar seperti seekor naga. Dan sialnya, Galbatorix memiliki ratusan Eldunari.

Di negeri para Elf itu juga Eragorn berusaha mencari pengganti pedangnya yang telah diambil oleh Murtagh. Menurut kucing jadi-jadian Angela, Eragorn akan menemukannya di bawah pohon Menoa. Sayangnya, pohon ini sangat cuek dan galak. Eragorn mati-matian berusaha mendapatkan perhatiannya. Saphira yang sudah tidak sabar nekat menyemburkan api ke pohon itu. Pohon Menoa hampir saja membunuh mereka berdua karenanya. Setelah perdebatan panjang, Pohon Menoa setuju memberikan bijih besi dari bintang yang tertanam dibawahnya dengan syarat Eragorn bersedia memberikan apa saja kepada Pohon Menoa. Eragorn pun menyanggupi syarat itu.

Eragorn merasakan cubitan kecil di bawah perutnya ketika Pohon Menoa menyerahkan bijih besi tersebut dan menyuruhnya untuk segera pergi. Eragorn kebingungan karena Pohon Menoa itu tidak meminta apa-apa darinya. Sepertinya cubitan kecil itu merupakan tanda bahwa Pohon Menoa telah mengambil sesuatu dari Eragorn, apapun itu. Dan sepertinya Eragorn tidak menyadarinya.

Bijih besi bintang itulah yang digunakan Eragon untuk membuat pedangnya sendiri dengan bantuan pembuat pedang dari kaum Elf. Eragorn memberi nama pedangnya Brisingr yang berarti api. Uniknya, setiap Eragorn menyebut Brisingr, maka pedangnya akan menyala dengan api berwarna biru safir. Wuiiihhh….super duper keren deh.

Eragorn kembali tepat waktu ke kaum Varden ketika mereka hampir kewalahan menghadapi perang di Feinster. Di saat yang sama, para prajurit Elf juga menghadapi perang di Gi’lead. Varden dan Elf sama-sama memenangkan peperangan. Namun, mereka harus menghadapi kenyataan pahit bahwa lewat Murtagh, Galbatorix berhasil membunuh Oromis dan Glaedr.

Note:
Di Brisingr, Saphira lucu sekali. Bayangkan seekor naga besar berwarna biru yang bisa memyemburkan api dan memiliki gigi dan cakar yang tajam ternyata bisa mempunyai rasa humor.

Meski samar, Murtagh dan Thorn terbukti masih memiliki hati yang baik. Mereka terpaksa melayani Galbatorix dan memberikan beberapa petunjuk samar kepada Eragorn dan Saphira.

Galbatorix memang hebat. Hanya lewat kata-kata, dia membuatku hampir percaya kalau dalam perang ini dialah yang baik dan kaum Varden yang jahat.

Kata Mr. Christopher Paolini, sebetulnya kisah Eragorn – Saphira ini cuma dalam bentuk trilogi. Tapi karena kerumitannya, Brisingr jadi saaaangaaaaat tebal. Saking tebalnya, sehingga harus dimuat dalam satu buku lagi. Ckckckckck.

View all my reviews

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s