Posted in Author, Books, Fantasy, Genre, Gramedia Pustaka Utama, Publisher, Suzanne Collins

CATCHING-FIRE REVIEW

Tersulut - Catching Fire (Hunger Games, #2)Title: Tersulut – Catching Fire

Author: Suzanne Collins

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Edition Language: Indonesia

Price: IDR 175,000 (The Hunger Games Boxset, Gramedia Online)

Date Purchased: July, 9 2012

Date Read: July, 13 2012

My rating: 4 of 5 stars

 

Publisher’s Synopsis (Scholastic Press)

Against all odds, Katniss has won the Hunger Games. She and fellow District 12 tribute Peeta Mellark are miraculously still alive. Katniss should be relieved, happy even. After all, she has returned to her family and longtime friend, Gale. Yet nothing is the way Katniss wishes it to be. Gale holds her at an icy distance. Peeta has turned his back on her completely. And there are whispers of a rebellion against the Capitol – a rebellion that Katniss and Peeta may have helped create.

Much to her shock, Katniss has fueled an unrest she’s afraid she cannot stop. And what scares her even more is that she’s not entirely convinced she should try. As time draws near for Katniss and Peeta to visit the districts on the Capitol’s cruel Victory Tour, the stakes are higher than ever. If they can’t prove, without a shadow of a doubt, that they are lost in their love for each other, the consequences will be horrifying.

In Catching Fire, the second novel of the Hunger Games trilogy, Suzanne Collins continues the story of Katniss Everdeen, testing her more than ever before…and surprising readers at every turn.

 

Publisher’s Synopsis (Gramedia Pustaka Utama)

Api pemberontakan sudah tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.
Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya….

“Collins berhasil menulis buku kedua yang lebih bagus daripada buku pertama.”
–The New York Times

“Buku ini jauh melampaui perkiraanku Sama serunya dengan The Hunger Games, tapi lebih mengena di hati… Luar biasa. Kau bakal rela bagadang membacanya. ” – Stephenie Meyer, penulis Twilight Saga

 

My Review

“Pada perayaan yang ketujuh puluh lima, sebagai pengingat bagi para pemberontak bahwa bahkan yang terkuat pun takkan bisa mengalahkan kekuatan Capitol, para peserta lelaki dan perempuan akan dipilih dari nama-nama pemenang yang masih hidup.”

Hedeh, ada-ada aj tuh para penguasa Capitol. Ntah dibilang cerdik ato dibilang bodoh. Cerdik memang buat menjebak Katniss agar bisa ikut Hunger Games lagi. Tapi menggabungkan para yang terkuat di arena sama aj dengan menyatukan kekuatan para distrik untuk memberontak. Bagaimanapun juga, api pemberontakan sudah tersulut. So, siap-siap aj.

Kesan:
Hampir saja memutuskan bahwa buku pertama jauh lebih menegangkan saat akhirnya aku tiba di bagian yang menyatakan bahwa Katniss bakalan kembali ke arena lagi. So, bakalan ada pertarungan seru lagi nih. Endingnya lebih bagusan yang ini. Aku langsung loncat buat ngambil buku ketiga, karena penasaran gimana lanjutannya.

View all my reviews

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s