Posted in Historical Fiction, Lingkar Pena, Sinta Yudisia

TAKHTA AWAN REVIEW

Takhta Awan (The Road to the Empire, Buku 2)Judul: Takhta Awan

Pengarang: Sinta Yudisia

My rating: 5 of 5 stars

Rasyidudin terbunuh, oh no. *nangis guling-guling*

Gara-gara campur tangan selir Han Shiang, Kaisar Takudar terpaksa jadi pelarian lagi. Argun kembali jadi kaisar, namun tampaknya dia berada di bawah bayang-bayang Han Shiang. Ho ho ho… menarik sekali saat Arghun berusaha menahan diri ketika ditekan Han Shiang. Saking sebalnya, Arghun sampai pengen nendang Han Shiang.

Ada banyak yang bilang kalau Takudar tidak pantas memimpin Mongolia karena hatinya terlalu lembut. Keinginannya adalah mengubah Mongolia menjadi bangsa yang menyukai pena dan tinta daripada berpetualang dan berperang. Dan itu memang sulit.

Sementara Arghun dianggap lebih pantas memimpin Mongolia karena pikirannya sejalan dengan bangsa Mongolia.

Sementara itu, Almamuchi, seperti biasa, sangat tangguh. Sanggup bertahan dari segala cobaan. Bahkan yang berat sekalipun. Semoga akhir kisahnya bahagia untuk Almamuchi. Contoh yang patut dibanggakan sebagai seorang perempuan.

Diakhir buku, ada cuplikan tentang buku ketiga dari trilogi The Road to The Empire ini. Malangnya, ada lagi sosok menyebalkan seperti selir Han Shiang dalam persi Persia. Kali ini Karadiza yang harus diuji kesabarannya. *ggrrr…bikin sebal aj*

View all my reviews

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s