Posted in Author, Genre, Gramedia Pustaka Utama, Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Publisher, Self Help, Theresa Peluso

CHICKEN SOUP FOR THE COFFE LOVER’S SOUL REVIEW

Chicken Soup for the Coffee Lover's Soul: 55 Kisah Inspiratif yang Menguarkan Aroma KehangatanJudul: Chicken Soup for the Coffee Lover’s Soul: 55 Kisah Inspiratif yang Menguarkan Aroma Kehangatan

Pengarang: Jack Canfield, Mark Victor Hansen dan Theresa Peluso

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Cetakan Pertama Jakarta 2011

Jumlah halaman: 237 halaman

Harga: Rp55.000,- (Kharisma Banjarbaru)

My rating: 3 of 5 stars

Cover nya keren. ‘Kopi’ banget.

Sebagai seseorang yang juga selalu memulai hari dengan secangkir kopi panas, saya merasa begitu terkesan dengan cara peminum kopi sejati di seluruh dunia memperlakukan kopi mereka secara istimewa. Mereka membuat saya semakin mencintai kopi. Mereka juga mendorong saya untuk berusaha menemukan secangkir kopi yang sempurna.

Dari 55 kisah inspiratif yang ada dibuku ini, saya paling menyukai cerita yang berjudul ‘Hadiah Peppermin Mocha, Low-Fat’ dan ‘Cangkir-cangkir Kopi’.

‘Hadiah Peppermin Mocha, Low-Fat’ menceritakan sebuah kisah indah tentang seorang penjual kopi dan pembelinya. Si pembeli merasa terkesan dengan pelayanan yang diberikan. Sementara itu, tanpa disangka, si penjual ternyata menganggap si pembeli adalah pelanggan terbaiknya. Di hari natal, mereka memberi kejutan manis satu sama lain. Hanya dengan interaksi singkat disetiap hari pada pukul 6 pagi, kedua orang tersebut diakrabkan oleh segelas kopi.

‘Cangkir-cangkir kopi’ menceritakan tentang ritual keluarga si penulis dalam meminum kopi. Setiap perempuan di keluarga itu, yang berusia di atas 55 tahun, memiliki cangkir kopi dari porselen China yang unik dan mereka selalu meminum kopi mereka di cangkir tersebut dengan pandangan menerawang disertai dengan jari bengkok dan membentuk pose kupu-kupu. Saat tiap perempuan tersebut meninggal, cangkir itu menghilang.

Si penulis yang masih kecil tidak memahami apa maksud ritual itu. Namun, pada waktunya, secara tidak sadar akhirnya dia menemukan sendiri rahasia dibalik ritual meminum kopi para kerabat perempuannya itu.

Seperti para perempuan di keluarga, aku minum dengan cara yang sama – jari bengkok dan membentuk pose kupu-kupu, menyesap aroma. Aku menatap ke kejauhan dengan tatapan menerawang yang sangat kuingat. Sekarang aku tahu rahasia pemikiran mereka.

Aku memikirkan waktu yang telah berlalu karena aku punya cukup banyak masa lalu untuk dipikirkan. Aku bisa memaafkan diriku atas banyaknya kesalahanku dalam membesarkan putriku; bersenang-senang dalam kehidupan; merindukan Nonna, ibuku, bibiku; dan melihat hadiah luar biasa yang mereka berikan padaku. Aku mendekap jalan di belakang, merasa nyaman dengan pilihanku, dan menatap penuh semangat ke masa depan, dikuatkan oleh perempuan-perempuan hebat yang telah mendahuluiku. Aku menghitung rahmatku, tahu bahwa aku dicintai dan balas mencintai. Dalam momen kesendirian yang menyenangkan serta sangat pribadi itu aku memikirkan suami, anak, teman, kehidupan; dan merasakan kekayaan yang tidak bisa diukur; meminum kekayaan itu dari cangkir istimewaku sendiri. Aku tahu hal itu mewakili hal yang indah, tak tergantikan, serta rentan – kehidupanku sendiri. Aku telah menjalaninya dengan baik, melakukan semua yang bisa kulakukan, berusaha keras, jatuh, bangkit, dan membangun ulang begitu banyak hal. Hal-hal yang sangat sulit itulah yang memberiku martabat, tapi perempuan-perempuan tercinta dalam kehidupanku telah menunjukkan cara menanggung semua itu.

Inspiratif sekali. Dan itu hanyalah salah satu kisah dari 55 kisah yang menguarkan aroma kehangatan lain. Jadi seperti kata Theresa Peluso

Mari, duduklah sejenak. Santai saja, biarkan daftar hal yang harus dilakukan menunggu sebentar lagi, dan nikmatilah secangkir kopi bersama kami.

 

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

2 thoughts on “CHICKEN SOUP FOR THE COFFE LOVER’S SOUL REVIEW

    1. Zakky domisilinya dimana? Terakhir aku lihat masih ada di Kharisma di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Atau kalau ga sepertinya masih ada di toko buku – toko buku online.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s