Posted in Author, Classic, Genre, Gramedia Pustaka Utama, Publisher, Sir Arthur Conan Doyle

Resensi The Sign of Four – Empat Pemburu Harta

Empat Pemburu Harta Judul : The Sign of Four- Empat Pemburu Harta

Pengarang : Sir Arthur Conan Doyle

Tahun Terbit : Cetakan ketiga, Januari 2006

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah hal : 216 halaman

Kategori : Fiksi, Novel

Dibeli tanggal:  11 Desember 2007

Harga : Rp20.000,- (Gramedia Online)

My rating: 5 of 5 stars

Sinopsis Penerbit

Mary Morstan mendatangi Sherlock Holmes untuk meminta bantuannya memecahkan sebuah misteri. Sepuluh tahun yang lalu, ayah Mary, Kapten Arthur Morstan, kembali ke London dengan mengambil cuti dari resimen nya di India. Katanya, di sana ia dan seorang temannya, Thaddeus Sholto, mendapatkan harta karun yang sangat besar jumlahnya. Tapi ketika Mary tiba di hotel tempat ayahnya tinggal, sang ayah sudah lenyap tanpa jejak. Sherlock Holmes menyambut misteri ini sebagai suatu tantangan menarik. Lebih menarik daripada kokain yang telah membuatnya ketagihan bila sedang tak ada kegiatan. Dan kali ini pun Dr. Watson menyertainya, terutama karena ia sangat tertarik pada Mary Morstan yang di matanya begitu memesona.

My review

Holmes merasa perlu menyuntikkan kokain ke dirinya sendiri gara-gara otaknya yang tidak bisa diam terpaksa harus diam gara-gara tidak ada kasus, membuat temannya, Watson, yang juga seorang dokter merasa sangat khawatir.

Untunglah kekhawatiran Watson tidak berlangsung lama. Miss Mary Morstan datang dengan kasus peliknya yang membuat otak Holmes kembali punya kerjaan.

Mary Morstan mengalami kejadian aneh. Ayahnya yang berjanji untuk menemuinya, hilang tidak ada kabarnya. Enam tahun kemudian ada sebuah iklan aneh yang meminta alamat Mary dan mengirimkan sebutir mutiara yang besar dan indah kepadanya. Sejak itu, setiap tahun, Mary mendapat kiriman mutiara.

Di hari yang sama ketika dia menemui Holmes, Mary mendapat surat yang menyuruhnya untuk datang ke Teater Lyceum dan dia diijinkan untuk membawa dua orang teman. Jadilah bersama Holmes dan Watson, Mary pergi ke tempat tersebut dan di bawa ke sebuah rumah dimana seseorang yang bernama Thaddeus Sholto, seorang pria kecil yang selalu gugup, sudah menunggu.

Thaddeus Sholto menceritakan bahwa ayahnya dan ayah Mary mendapatkan harta karun dalam jumlah besar di India. Mereka bertengkar mengenai pembagian harta tersebut dan menyebabkan ayah Mary meninggal karena serangan jantung. Ayah Sholto pun menyembunyikan harta karun tersebut namun dia meninggal sebelum sempat memberitahukan di mana tempat persembunyian harta itu. Di malam dia meninggal, kamarnya digeledah oleh seseorang dan orang itu meninggalkan sepotong kertas bertuliskan ‘Tanda Empat’.

Merasa bersalah dengan Mary, Thaddeus mengirimi Mary mutiara-mutiara yang merupakan bagian kecil dari harta tersebut yang tidak disimpan ayahnya. Hingga akhirnya Bartholomew, saudara Thaddeus berhasil menemukan tempat persembunyian sisa harta tersebut.  Dan itulah sebabnya Thaddeus mengundang Mary agar Mary juga bisa mendapatkan haknya atas harta itu.

Namun, ketika mereka mendatangi rumah Bartholomew, mereka menemukan Bartholomew meninggal dalam ekspresi yang sangat ganjil. Thaddeus Sholto pun dijadikan tersangka oleh Athelney Jones, detektif setempat dengan kadar omong kosong yang sangat tinggi.

Untunglah Holmes berhasil melacak jejak pembunuh yang sebenarnya. Dengan sedikit bantuan dari Toby si anjing pencari jejak dan para gelandangan Baker Street. Melibatkan aksi kejar-kejaran dua kapal tercepat, sedikit tembakan dan satu tiupan duri beracun, Holmes dan teman-teman pun  menguak misteri dibalik ‘Tanda Empat’ dan harta karun Agra.

My Note

So sweet, Watson menemukan cintanya di The Sign of Four.

Buku kedua yang saya baca setelah A Studi in Scarlet. Masih terkaget-kaget dengan metode Holmes yang tidak biasa dalam menyelesaikan kasus. Masih lebih menyukai A Study in Scarlet meskipun The Sign of Four juga tidak kalah bagusnya. Mungkin ini disebabkan oleh latar belakang pembunuhannya yang  tidak terlalu menyentuh. Entahlah. Yang pasti Sherlock Holmes masih menempati urutan pertama sebagai detektif paling favorit.

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

3 thoughts on “Resensi The Sign of Four – Empat Pemburu Harta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s