Posted in Author, Classic, Genre, John Steinbeck, Publisher, Ufuk

Of Mice and Men

Of Mice and Men: Sebuah Impian LennieOf Mice and Men: Sebuah Impian Lennie by John Steinbeck
My rating: 5 of 5 stars

Iseng-iseng mengobrak-abrik koleksi buku di Goodreads. Tidak sengaja menemukan Of Mice and Men. Sebuah buku yang telah dibaca bertahun-tahun lalu. Ingatan pun melayang-layang ke tahun 2002. Ketika saya masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Kutipan cerita buku ini menjadi salah satu pembahasan di Lembar Kerja Siswa untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bagi saya, jika sebuah buku bisa masuk LKS Bahasa Indonesia, maka buku itu sudah pasti bagus. Without any questions, buku ini langsung masuk wishlist.

Liburan semester tiba, saya dan kakak pergi ke Banjarmasin. Kami menemukan buku ini di satu-satunya toko buku ternama di Banjarmasin kala itu /*oh, baiklah, kakak saya yang menemukannya*/. Waktu itu dia bilang dia suka covernya /*up 2 u lah kak, yang penting kau mengijinkanku untuk membelinya*/. Sepakat, buku itu kami bawa pulang /*setelah bayar dulu pastinya, kami masih cukup normal untuk lebih menghindari pentungan satpam*/. Langsung kami lahap sekali duduk /*saya yang duluan membacanya tentu saja*/ dan langsung menangis setelahnya /*allright, hanya saya yang menangis*/.

Cerita tentang orang-orang kesepian yang berkhayal bahwa suatu saat mereka dapat mencapai impian mereka untuk mempunyai rumah yang bagus dan peternakan sendiri. Kalau dipandang dari sudut pandang mereka sih, impian itu jelas akan menjadi nyata. Tapi kalau dilihat dari sudut pandang orang disekitar mereka, yaaah, I’m so sorry men, it’s look impossible for you.

Saya sudah bisa mengikuti ceritanya sejak dari awal /*bahkan untuk ukuran anak SMP yang masih newbie*/. Ceritanya tidak hanya sekedar mengalir tapi mampu membuat saya tenggelam di dalamnya. Mr Steinbeck ini bisa sekali membuat ending yang bagus yang membuat saya menangis. Bagian sedihnya ada di saat Lennie berkata kira-kira seperti ini /*saya lupa detailnya*/

“Kita akan punya rumah kan George? Kita akan memiliki peternakan dengan kuda-kuda di dalamnya kan? and bla bla bla”

“Ya, Lennie.” Kata George. Dan “door”…George menembak Lennie tepat di kepala. Hiks. George yang malang. Kalau saya jadi dia saya akan nangis guling-guling saat itu juga.

George sudah bersama Lennie sejak begitu lama. George sudah berjanji untuk menjaga Lennie. George sudah berjanji untuk membangun rumah dan peternakan untuknya dan Lennie. George sudah berjanji.

Tapi Lennie terlalu kuat dan terlalu lemah sekaligus. Lennie baik namun terlalu berbahaya. Lennie tidak bisa mengendalikan kekuatannya dan parahnya Lennie tidak tahu kalau dia kuat. Sebegitu kuatnya sehingga setiap belaian yang diberikan Lennie berubah menjadi cengkeraman yang mampu mematahkan leher seorang gadis.

View all my reviews

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s